Anggota DPRD Sebut Lahan Pertanian Kopi Di Jabar Masih Kurang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 30 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat (Jabar) Bambang Mujiarto mengatakan lahan pertanian kopi yang ada di wilayah Jabar masih kurang daripada wilayah lainnya yang ada di Indonesia.

“Kalau menurut data yang disampaikan itu, baik dari kementerian maupun dari dinas di daerah, kami masih kekurangan lahan, produksinya masih sangat rendah. Maka, inilah yang menjadi PR,” kata Bambang kepada Tribunnews.com saat ditemui di Festival Kopi Tanah Air 2002 yang digelar di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, dilansir dari Tribunnews.com  (29/05/2022).

Sehingga, untuk menyelesaikan PR ini menurut Bambang secara regulasi tentu kebijakan pemerintah daerah sangat pentingg dalam perkembangan hidup dan matinya pegiat kopi.

“Maka, yang akan kami lakukan adalah tetap mendorong bagaimana kebijakan pemerintah tingkat provinsi Jabar ini lebih pro lagi terhadap petani kopi, pegiat kopi, dan juga penikmat kopinya,” kata Bambang.

Ia juga mengungkapkan Jabar harus punya ruang-ruang tersendiri, minimal harus punya road map yang berkaitan dengan kopi sehingga Jabar tidak kalah dari daerah-daerah lainnya.

Bagi Bambang, potensi kopi di wilayah Jabar sebenarnya tinggi, tetapi hal tersebut terhalang dengan kurangnya lahan pertanian.

Padahal permintan akan kopi terus meningkat setiap tahunnya.

“Sekarang itu anak-anak muda atau milenial sudah merasakan nikmatnya kopi, maka perluasan lahan menjadi kebutuhan utama guna pemenuhan permintaan kopi, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Sebagai informasi, Festival Kopi Tanah Air merupakan rangkaian penutup HUT ke-49 PDI Perjuangan yang bertajuk ‘Festival Kopi Kebangkitan Nasionalisme Indonesia’.

Acara tersebut diselenggarakan selama tiga hari dari 27 sampai dengan 29 Mei, di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. (Uli)