Anggota DPR Mengingatkan Tiga UU Yang Belum Diparipurnakan

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Rabu, 30 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Anggota DPR RI Fauzi H Amro mengingatkan tentang nasib tiga rancangan undang-undang yang sudah dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI namun hingga saat ini masih belum dibawa ke dalam Rapat Paripurna DPR RI. Adapun ketiga RUU yang dimaksud yaitu RUU tentang Masyarakat Hukum Adat, RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU tentang Profesi Psikolog.

“Tiga undang-undang ini sudah dibahas di Badan Legislasi, sudah dibawa dan divoting di Bamus (Badan Musyawarah) dengan skor 72, tetapi tidak dibawa ke Paripurna menjadi usul inisiatif,” ucap Fauzi didalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,dilansir dari Dpr.go.id (29/09/2020).

Menurutnya, hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi para anggota fraksi, mengapa hal itu bisa terjadi. “Seharusnya ketika dilakukan voting itu bisa dibawa ke mekanisme selanjutnya yakni mekanisme Paripurna, agar mekanisme aturan MD3 kita berjalan. Penting saya sampaikan pada Rapat Paripurna ini untuk mengingatkan kita semua tentang mekanisme dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya. Ditambahkannya, perlu menjadi catatan supaya mekanisme Paripurna bisa mengagendakan rapat-rapat yang sudah dibahas di Bamus dan harus dibawa ke Paripurna.

Pada kesempatan yang sama, Fauzi juga mengingatkan terkait APBN yang sudah diketuk di dalam Rapat Paripurna tersebut. Dikatakannya, banyak hal-hal yang terdampak, baik mengenai perlindungan sosial maupun UMKM dimasa pandemi covid-19 ini. “UMKM yang menjadi prioritas itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Yang juga menjadi persoalan kami adalah dampak terhadap media, baik elektronik maupun cetak, akibat Covid-19,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah serius memperhatikan permasalahan media, karena dari hulu maupun sampai hilirnya problem yang dimiliki media hampir sama. “Sekarang iklan-iklan terbatas di TV nasional maupun swasta. Kita berharap dari forum ini ada keberpihakan kita semua terhadap media, baik media cetak maupun elektronik. Kalau kita tidak bersikap seperti halnya UMKM, maka media-media ini (hanya akan) menjadi kenangan saja nantinya,” pungkas Fauzi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: