Anggi, Penyandang Disabilitas Yang Sangat Ingin Berjuang Di Parlemen

FOTO: detik.com/indolinear.com
Kamis, 14 Maret 2019

Indolinear.com, Yogyakarta -Keterbatasan fisik tak menjadi halangan buat Anggiasari Puji Aryatie (39) dalam berjuang. Sebagai penyandang disabilitas, Anggi, begitu dia kerap disapa, tak minder untuk bersaing memperebutkan kursi di parlemen.

Perempuan kelahiran Jakarta 6 Agustus 1980 ini adalah penderita achondroplasia, sebuah gangguan pertumbuhan tulang yang menyebabkan tubuhnya kerdil. Meski sudah berumur, tinggi badan Anggi hanya 105 centimeter.

Akan tetapi, keterbatasan fisik yang dialaminya tak menjadi hambatan. Melalui Partai NasDem, Anggi memberanikan diri maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Anggi bercerita mengenai awal mula pencalegannya ini. Sebenarnya dia tak mengajukan pencalonan ke NasDem. Namun justru dia yang dipinang oleh partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut.

“Saya diminta (nyaleg) posisinya,” ujar Anggi saat ditemui detikcom di kediamannya, di Jalan Kusbini No 19 Kota Yogyakarta, dilansir dari Detik.com (13/03/2019).

Pencalegan Anggi bermula dari lingkaran pertemanan. Temannya, Rachel Saraswati, putri WS Rendra yang juga nyaleg lewat Partai NasDem memperkenalkan sosoknya kepada anak dari Ketua DPW Partai NasDem DIY Subardi.

“Akhirnya nama saya sampai ke Pak Bardi (Subardi),” tutur Anggi yang tercatat sebagai alumnus Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Setelahnya, Anggi diundang oleh NasDem untuk mengikuti sebuah forum. Ternyata di forum itu Anggi diperkenalkan profil Partai NasDem, dan di forum juga disebutkan bahwa NasDem sedang mencari caleg perempuan. “Waktu itu (tawaran nyaleg) enggak langsung saya terima,” jelasnya.

Keapatisanya dengan partai politik dan parlemen yang menyebabkan Anggi ragu menerima pinangan Partai NasDem. Namun setelah merenung dan berdiskusi dengan sejumlah kolega, akhirnya dia menerima tawaran itu.

“Saya bersedia menjadi caleg NasDem untuk DPR RI, tapi inginnya saya (mengangkat) isu disabilitasnya (di parlemen),” tegas anak kedua dari pasangan Arifin Hidayat dengan Dwi Priyatie tersebut.

Menurutnya, selama ini isu terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di parlemen jarang disuarakan langsung oleh kalangan disabilitas. Hal itu lah yang ingin disuarakan Anggi bila terpilih nanti.

“Karena (pemenuhan hak disabilitas) belum disuarakan oleh orang yang paham rasanya didiskriminasi. Bagaimana sih rasanya mendapatkan penolakan sana-sini, harus memperjuangkan kesetaraan,” tuturnya.

Untuk mensukseskan impiannya ini, Anggi intens berkampanye door to door mendatangi konstituennya. Memanfaatkan jaringan kelompok penyandang disabilitas di DIY, dia yakin terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

“Tapi memang tantangannya (dalam berkampanye) adalah pertama mobilitas tentu saja, dan kondisi fisik. Mau tidak mau saya harus mengakui bahwa ada keterbatasan mobilitas,” sebutnya.

“Tapi syukurlah memang sejak awal November (2018) DPP NasDem menfasilitasi untuk kebutuhan mobilitas. Jadi ada kendaraan operasional (mobil) yang membantu saya untuk bertemu (konstituen),” tutupnya. (Uli)