Anak Takut Disuntik, Ini Hal Yang Bisa Dilakukan Dan Disiapkan Orangtua

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 19 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilaksanakan. Untuk melancarkan vaksinasi ini, penting dilakukan persiapan oleh orangtua terutama pada anak yang takut disuntik.

Ketakutan anak untuk disuntik ini merupakan sebuah hal yang wajar sehingga penting bagi orangtua untuk mengatasinya. Hal ini diungkap oleh Ketua Ikatan Psikologis Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., Psi.

“Takut disuntik itu relatif wajar. Persentasenya itu bisa sekitar 60% jadi ya wajar aja gitu kalau anak kita takut disuntik orang dewasa juga bisa takut disuntik kan,” terangnya beberapa waktu lalu, dilansir dari Merdeka.com (17/12/2021).

Terkait ketakutan pada anak ini, Nina menyarankan agar orangtua memeriksanya terlebih dahulu. Hal ini penting untuk mengetahui apakah ketakutan yang muncul ini sudah mendalam hingga fobia.

“Ketika seorang anak takut, ada reaksi tubuh seperti napas terengah-engah, detak jantung lebih cepat, pembuluh darah tepi menyempit serta otot seringkali menegang. Ketika reaksi tubuh seperti ini muncul, seringkali disertai reaksi psikis yang disebut fight reaction dan flight reaction,” terangnya.

Kondisi yang dikenal sebagai flight reaction ini adalah keadaan ketika seorang mau melawan, menghatam saat menghadapi rasa takut. Flight reaction ini juga bisa berupa munculnya keadaan hendak kabur pada anak.

“Ketika seseorang yang punya reaksi tubuh seperti ini, lalu disuntik, bayangkan otot tegang disuntik jadi sakit,” terangnya.

“Anak yang mengalami ketakutan kalau dia disuntik bisa jadi tidak percaya pada orang disekitarnya, termasuk orangtuanya. Kenapa aku disakiti, kenapa disuntik secara mendadak. Hal terburuk, anak ini rentan mengalami masalah psikologis,” sambung Nina.

Untuk mencegah munculnya masalah ini, penting bagi orangtua untuk menjaga anak. Sebelum diberi suntikan, penting bagi orangtua mempersiapkan reaksi tubuh dan psikis anak agar tenang.

Nina mengungkap bahwa orangtua memiliki peran yang penting dalam mengatasi ketakutan anak ini. Sejumlah hal yang bisa dilakukan orangtua adalah:

  1. Menenangkan

Biasanya orangtua berbohong mengatakan bahwa disuntik tidak sakit, namun Nina menyarankan cara lain. Selain itu, hindari juga mengomeli dan memarahi anak.

“Ketika anaknya lagi takut, jangan diomelin atau kemudian diancam. Jangan pula berbohong bahwa disuntik itu tidak sakit, rasanya seperti digigit semut. Digigit semut itu sakit. Lebih baik bilang, sakit si memang tapi cuma sebentar kok,” kata Nina.

  1. Mempersiapkan

Sebelum anak menerima vaksinasi, lebih baik jika orangtua mempersiapkan buah hati mereka. Terangkan mengenai pentingnya vaksinasi dan manfaat apa yang bisa diperolehnya.

“Di usia 6-12 tahun, anak sudah bisa diajak ngobrol untuk bisa dipersiapkan suntik vaksin. Misalnya dengan baca buku, nonton film, diajak bicara dan sebagainya,” ujar Nina.

  1. Apresiasi

Mengapresiasi anak ketika dia sudah bersedia disuntik merupakan hal yang penting. Apresiasi juga bisa berupa anak yang dibebaskan dari berbagai kewajiban berupa les yang mungkin dilakukannya pada hari tersebut.

“Ketika anak sudah mau disuntik, jangan diamkan anak ya, misalnya banyak orangtua ini justru bilang ayo kamu mau makan apa. Bukan begitu ya. Tapi tanya pengalamannya, validasi emosinya,” ujar Nina.

Hal yang Bisa Dilakukan Saat Anak Disuntik

Setelah mempersiapkan anak sebelum mendapat vaksinasi, sejumlah cara juga bisa dilakukan pada saat anak disuntik. Hal ini termasuk mengetahui ketakutannya serta mengendalikannya.

“Strategi tambahan yang bisa dilakukan orangtua adalah mengajari anak bernapas dalam, menghitung napas dan menyadari napas,” ujar Nina.

Anak perlu ditanyai untuk mengetahui hal apa yang paling ditakutinya terkait permberian vaksinasi ini. Di antara ketakutan yang muncul ini, anak perlu mengetahui mana yang paling ditakutinya.

“Misalnya nilai 5 untuk terima suntikan, 4 sentuh jarum, 3 lihat orang disuntik, 2 dengar penjelasan suntikan, 1 lihat gambar suntikan,” katanya.

“Mana yang menurut kamu paling menakutkan dan yang paling berani misalnya poin berapa, nanti secara bertahap ajak anak seperti mulai dari membiasakan diri dari yang mudah ia jalani, contohnya melihat gambar suntikan lalu melihat orang disuntik dan sebagainya,” sambungnya.

Pada saat hendak disuntik, adanya distraksi dengan mengajak anak mengobrol juga bisa dilakukan. Hal ini bisa disertai berbagai cara misal bernyanyi, melhihat badut, membuat origami, dan meniup balon. Selain itu, anak juga diperbolehkan membawa benda yang sekiranya bisa membantunya untuk tenang.

“Ada anak yang suka bawa boneka, dia boleh membawa boneka untuk membuatnya terdistrasi,” terang Nina. (Uli)

loading...