Anak SMAN 7 Tangsel Jadi Wakil Jambore Pramuka di Jepang

Jumat, 30 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Bangga, inilah pengalaman yang dirasakan Andru Muhammad, pramuka penggalang dari SMAN 7 Tangsel berhasil mewakili Tangsel di Jambore Nasional Pramuka di Jepang.
Jambore Dunia merupakan ajang pertemuan Pramuka tingkat penggalang dari seluruh dunia dalam bentuk perkemahan besar yang diadakan setiap empat tahun sekali. Jambore ini pertama kali digelar pada 1920 di Inggris.
Nah, Jambore Dunia di Jepang ini merupakan yang ke-23 dan bertepatan dengan 70 tahun peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
Siswa SMAN 7 Tangsel ini menceritakan beberapa kegiatan yang dilakukan di Jepang saat itu, kegiatan seperti Peace Programme, kunjungan seluruh peserta ke Peace Memorial Park dan museum Hiroshima.
Lalu ada juga Global Development Village (GDV), yaitu program yang membantu meningkatkan kesadaran peserta jambore tentang isu global seperti perdamaian, lingkungan hidup, pengembangan lingkungan dan HAM serta kesehatan.
Program lainnya yaitu Exploring Nature yang akan mengembangkan pemahaman peserta, mengenai kehidupan yang berbasis natural. Dengan maksud agar peserta menghargai lingkungan.
Ada juga kegiatan Cross Road of Culture (CRC) sebuah program untuk saling bertukar budaya dan belajar budaya di antara peserta dari berbagai negara.
Dua program selanjutnya adalah City of Science (COS), kegiatan yang melatih peserta Jambore untuk memahami ilmu sains dan teknologi, terutama untuk masalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan program Community Services, yang akan mengajak peserta bekerja sama dengan penduduk lokal di Jepang.
“Semua sesuai modul yang sudah dirancang panitia Jambore Nasional. Tidak ada kompetisi yang memperebutkan juara, karena acara ini adalah Jambore sendiri, artinya berpesta atau bersama,” ungkapnya.
Andru mengatakan, kegiatan Jambore Dunia tersebut merupakan bentuk penggalangan semangat persaudaraan Pandu Pramuka sedunia. Kegiatan yang merupakan salah satu agenda dari World Scout Of Organization Movement (WOSM) atau organisasi pandu sedunia itu.
“Bangga dan senang bisa mewakili Tangsel di Jambore nasional di Jepang, banyak pengalaman, dan ketemu dengan teman-teman dari benua lain,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya kejepang, dirinya mendapatkan uang saku dari Provinsi Banten sebesar Rp 2 ribu yen dan dari Presiden Jokowi sebesar Rp 500 ribu. Uang saku tersebut dimanfaatkannya selama 20 hari di Jepang.
“Saya bangga dan tidak nyangka bisa lolos ke Jepang, dan ini pengalaman yang tidak bisa dilupakan saya bisa lolos bersaing dengan ribuan pramuka penggalang yang ada di Indonesia,” bangganya. (sophie)