Anak Mainan iPad Milik Ibu, Tagihan Kartu Kredit Membengkak

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 16 Mei 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Bunda, berhati-hatilah memberikan gawai kepada anak-anak. Terutama jika gadgetnya terhubung dengan kartu kredit. Bisa-bisa tagihan kartu kredit membengkak seperti yang dialami wanita asal Inggris ini.

Dikutip dari Dream.co.id (15/05/2020), wanita bernama Katie Philllips kaget bukan main. Dia mendapati tagihan kartunya senilai 1.450 poundsterling (Rp25,85 juta). Tagihan ini berasal dari permainan Roblox.

Wanita asal 35 tahun ini mendapati ada 255 pembelian hingga 19,99 poundsterling (Rp356.401). Katie menerima e-mail tagihan dari Barclaycard dengan jumlah tagihan fantastis. Padahal, seharusnya tagihan kartunya senilai 0 rupiah.

“ Semula saya berpikir ada scam. Tapi, saat melihat riwayat transaksi dari Apple, saya terkejut,” kata dia.

Katie langsung menelepon ibunya dan meminta untuk berbicara kepada sang anak. Ketika ditanya, sang anak hanya menjawab membeli beberapa barang dari Roblox.

“ Saya sedih dan menangis. Terkejut, kecewa, dan tersakiti. Susah marah kepada anak karena dia tak tahu apa yang telah dilakukan,” kata dia.

Saat dinasihati, sang anak meminta maaf, bahkan mulai menangis. “ Tapi, dia tak tahu berapa banyak dihabiskan,” kata Katie.

Teledor?

Katie dan suami, Matty Phillips, membelikan iPad kepada sang anak untuk bermain Roblox. Lagipula, gadget itu adalah permintaan sang anak.

Pasangan suami istri ini membuat iPad terkunci dan membuatnya lebih ramah anak. Sayangnya, Katie memasukkan rincian kartunya untuk membeli permainan senilai 10 poundsterling (Rp178.290) untuk sang putri. Tentu saja pembeliannya dilindungi dengan kata sandi.

Namun, itu tidak menghentikan sang putri untuk mengutak-atik ponsel. Kata kuncinya pun diganti dengan sidik jarinya sendiri.

Kini, pasangan ini mencoba agar uangnya kembali meskipun peluangnya kecil. Hal ini disebabkan oleh transaksi itu bukanlah scam.

Katie dan Matty mengingatkan orang tua untuk tidak ceroboh dalam memberikan gawai kepada anak-anaknya. Mereka bisa menggunakan gadget tanpa sepengetahuan orang tua.

“ Saya pikir sudah hati-hati, ternyata masih ceroboh. Anak-anak ini cerdas dan kamu harus lebih cerdas lagi,” kata dia.

Sebagai hukuman, iPad disita. Katie juga melarang anaknya untuk membeli apa pun dari iTunes.

Uangnya Bisa Kembali?

Juru bicara Barclaycard angkat bicara. Perusahaan ini meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Katie. Sayangnya, transaksi tersebut diotoritasi dengan ID Apple.

“ Oleh karena itu, kami tidak bisa memberikan pengembalian uang,” kata dia.

Penerbit kartu ini berempati dengan situasi yang dialami oleh Katie. Maka dari itu, mereka tidak membebankan bunga untuk setiap transaksi.

“ Apple memiliki serangkaian fitur untuk membantu orang tua mengontrol pengeluaran pada perangkat mereka, seperti mematikan pembelian dalam aplikasi. Kami mendorong semua pelanggan untuk memanfaatkannya,” kata dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya