Anak Bacok Ayah gara-gara Ogah Matikan Rokok, Inalillahi

Sabtu, 31 Oktober 2015
Info Banten | Uploader Arif
loading...

TASIK – Fan (21), warga Kampung Jurei, Margabakti, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, membantai ayahnya sendiri, Cecep Asikin (51). Korban tewas dengan luka bacokan di sejumlah bagian tubuhnya.

Kapolsek Cibeureum AKP Suharto menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 kemarin. Saat itu pelaku pulang ke rumahnya dengan berlumuran darah. Mengetahui bahwa dia telah melukai ayahnya, salah seorang warga mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah kritis dengan banyak luka bacokan. “Pelaku menganiaya korban dengan golok,” ujarnya kepada wartawan.

Warga kemudian membawa korban ke IGD RSUD dr Soekardjo untuk mendapat pertolongan darurat. Namun belum sampai di rumah skit korban sudah meregang nyawa di perjalanan. “Meninggalnya sebelum sampai ke rumah sakit,” ujarnya.

Warga tidak ada yang berani menemui pelaku karena saat pulang dia menenteng sebilah golok. Mendapat laporan tersebut polisi langsung menuju ke lokasi dan mengamankan AI.

Polisi belum bisa memastikan motif tindakan nekat AI yang sampai tega membantai ayahnya. ”Motifnya kita masih belum bisa pastikan karena pelaku belum bisa dimintai keterangan,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group), ada sedikitnya 24 luka bacok pada tubuh korban di bagian punggung, tangan kepala belakang dan wajah. Sampai petang kemarin jenazah Cecep disimpan di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo.

Adik pelaku sekaligus anak bungsu korban yang masih berusia 10 tahun, Asep Tian Bastian turut menyaksikan peristiwa tragis itu. Dia masih terlihat syok dengan pembantaian kakak kepada ayahnya.

Dengan tersengal-sengal, Tian mengatakan bahwa saat itu AI marah kepada Cecep karena tidak mau mematikan rokoknya. AI yang saat itu memegang golok hendak menusuk perut ayahnya tapi dia berhasil menghindar.

Saat korban hendak kabur, pelaku menarik kerah bajunya dari belakang dan kemudian menebaskan goloknya secara berulang-ulang ke tubuh bapaknya. Kaget melihat kejadian tersebut, Tian pun langsung lari ke kampungnya. ”Takut, saya lari,” katanya. (rga/sam/jpnn)

Sunber : Jpnn.com

loading...