Amye Un, Wanita Indonesia Calon Walikota Darwin Australia

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 14 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wanita berdarah Indonesia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Darwin, Australia.

Ia adalah Amye Un (60), wanita asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Amye maju dalam pemilihan tersebut lewat jalur independen.

Ia akan bersaing dengan lima calon wali kota lainnya.

Diketahui, pemilihan calon wali kota Darwin akan digelar pada 28 Agustus 2021 mendatang.

“Kami ada enam calon yang akan bertarung dalam pemilihan Wali Kota Darwin, dan saya satu-satunya yang maju melalui jalur independen,” ujarnya lewat panggilan suara, dilansir dari Tribunnews.com (12/08/2021).

Amye menuturkan, ia maju sebagai calon wali kota setelah mendapat dukungan dari warga setempat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Diketahui, alasan Amye maju lewat jalur independen karena ia tak ingin terikat dengan partai politik manapun.

Menurutnya, jika tergabung dalam parpol, ia tak bisa menyampaikan aspirasi masyarakat secara baik.

“Kalau di partai kita tidak bisa menyampaikan aspirasi masyarakat dengan baik.”

“Protes dari masyarakat, kalau melalui partai politik, tidak seluruhnya disampaikan ke Parlemen.”

“Kalau independen kita bisa sampaikan apa saja yang diinginkan rakyat,” bebernya.

Profil Amye Un                         

Amye Un lahir di Amanatun, sebuah daerah di pedalaman Kabupaten TTS.

Ia sudah menjadi warga negara Australia sejak 1998 silam setelah menikah dengan pria asal Negeri Kanguru itu.

Berdasarkan informasi di akun Facebook-nya, Amye pernah bersekolah di SMEA Pembina Negeri Kupang.

Pekerjaannya adalah seorang wiraswasta.

Amye memiliki sebuah usaha kuliner di Darwin yang bernama Laksa House Warung Ibu Amye.

Di laman Facebook-nya, usaha Amye ini mendapat ulasan bagus.

Amye menjual berbagai macam makanan di rumah makannya, seperti laksa, sup, nasi goreng, mi goreng, hingga ayam goreng.

Namun, tak jarang Amye menyajikan menu lainnya yang khas Indonesia.

Seperti ayam bakar, sate ayam, bakso, hingga sup buntut.

Ia juga kerap membagikan makanannya secara gratis.

Seperti pada Juni 2021 lalu, Amye membagikan 100 porsi makanan secara gratis dalam rangka merayakan ulang tahunnya ke-62.

Akan Beri Perhatian Khusus Warga Kulit Hitam

Mengusung motto is giving her promise to care (berjanji untuk peduli), Amye Un memastikan ia akan menyelesaikan sejumlah permasalahan di Darwin jika terpilih sebagai wali kota.

Amye mengaku tahu betul masalah apa saja yang belum diselesaikan pemerintah setempat.

Seperti pekerjaan yang layak, kesehatan, tempat penampungan bagi warga kulit hitam, dan kriminal yang meresahkan warga.

“Masyarakat sangat membutuhkan seseorang seperti saya yang berjiwa masyarakat atau dekat dan berbaur dengan masyarakat bawah, untuk kita kerjasama hentikan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amye mengatakan ia akan memberi perhatikan khusus pada warga kulit hitam.

Pasalnya, banyak di antara mereka yang tinggal di emperan toko dan bawah pohon karena tak punya tempat tinggal.

“Kalau musim hujan, kasihan mereka. Kita harus membangun tempat penampungan sehingga mereka diberikan kesempatan hidup layak seperti warga lainya,” pungkasnya.

Dihubungi Pihak Konsulat RI Darwin

Amye Un mengatakan ia sudah dihubungi pihak Konsulat RI di Darwin terkait dirinya maju sebagai calon walikota.

Berdasarkan penuturan pihak Konsulat RI di Darwin, kata Amye, ia adalah orang pertama berdarah Indonesia yang terjun ke dunia politik Australia.

“Kemarin saya ditelepon oleh Konsulat RI di Darwin, mereka sampaikan kalau dalam sejarah, saya orang pertama berdarah indonesia yang terjun ke politik Australia,” bebernya.

Karena itu, ia merasa bangga karena menjadi orang Indonesia pertama dari pedalaman NTT yang berpartisipasi dalam kontestasi politik Australia.

“Kalah atau menang, saya tidak peduli. Yang penting saya ada nama di negeri ini.”

“Orang Indonesia pertama dalam sejarah yang bergabung di politik Australia,” tandasnya. (Uli)