Alergi Terhadap Anabul: Kenali Tanda-Tanda Dan Bagaimana Cara Mengatasinya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 26 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Hewan peliharaan memang telah menjadi bagian dari keluarga. Anabul yang menggemaskan memang menjadi salah satu alasan orang-orang suka memelihara hewan berbulu seperti kucing, anjing, dan burung.

Ketika sedang bermain bersama anabul, mungkin Anda atau anggota keluarga lainnya mengalami bersin-bersin atau mata yang berair. Besar kemungkinan ini adalah reaksi alergi terhadap anabul.

Bagaimana jika anggota keluarga lain atau Anda sendiri ternyata memiliki alergi terhadap anabul? Mungkin Anda tidak memiliki alergi sekarang, namun alergi bisa muncul seiring dengan waktu.

Kenali dengan pasti tanda-tanda alergi terhadap anabul serta cara yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya, tanpa menyerahkan anabul Anda ke orang lain! Dilansir dari Merdeka.com (24/05/2022).

Hewan Peliharaan Bisa Bikin Alergi?

Alergi merupakan salah satu bentuk reaksi sistem imun tubuh terhadap zat asing yang masuk ke tubuh. Terkadang, tubuh bisa bereaksi pada zat asing yang pada umumnya tidak berbahaya bagi tubuh; inilah yang dikenal sebagai reaksi alergi.

Tubuh manusia selalu berkembang dan berubah menghadapi lingkungannya, begitu pula dengan sistem imun tubuh. Sehingga bisa saja seseorang tiba-tiba memiliki alergi terhadap sesuatu.

Nah, hewan peliharaan yang berbulu bisa memicu reaksi alergi pada tubuh. Hewan-hewan berbulu seperti kucing, anjing, kelinci, hamster, burung, bahkan kuda menjadi sumber umum alergen.

Bulu, air liur, keringat, air kencing dari hewan peliharaan seperti kucing dan anjing bisa memicu reaksi alergi. Selain itu, bulu hewan yang tebal juga bisa menjadi sarang alergen seperti jamur, debu, dan serbuk sari.

Tanda-Tanda Alergi Terhadap Anabul

Reaksi alergi terhadap anabul bisa muncul langsung atau bisa juga setelah beberapa jam—setelah tubuh sudah terekspos jumlah alergen yang cukup untuk sebabkan reaksi alergi.

Sekitar 20-30% orang yang memiliki asma yang dipicu oleh alergi akan mengalami asma setelah interaksi dengan kucing.

Beberapa tanda-tanda bahwa Anda atau orang sekitar Anda mungkin alergi terhadap anabul adalah sebagai berikut:

  • Serangan asma, sulit bernapas
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Bersin
  • Mata dan hidung berair
  • Ruam kulit
  • Kulit gatal-gatal
  • Pembengkakan sekitar wajah
  • Eksim

Apa Solusinya?

Jika Anda atau orang sekitar Anda mengalami reaksi alergi terhadap anabul kesayangan, tentu hal ini bisa membuat Anda kebingungan. Tentu Anda tidak ingin menyerahkan anabul ke orang lain atau bahkan membuangnya—hal ini juga tidak disarankan.

Anda butuh win-win solution bagi anabul dan bagi Anda atau anggota keluarga yang alergi. Punya alergi terhadap anabul bukan berarti Anda tidak bisa hidup berdampingan dengan anabul. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai solusi kompromi anabul dan alergi:

  • Jangan biarkan anabul masuk ke kamar dan kasur. Sebisa mungkin jaga kebersihan kamar dari bulu atau alergen yang bersumber dari anabul.
  • Cuci tangan setelah menyentuh, menggendong, atau bermain dengan anabul.
  • Rajin bersihkan karpet, lantai, dan permukaan lainnya. Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA (high efficiency particulate absorbing).
  • Rutin membawa anabul untuk grooming agar bulunya tetap bersih paling tidak sekali seminggu.
  • Bersihkan kandang dan toilet anabul secara rutin.
  • Gunakan air purifier dengan filter HEPA.
  • Jaga kelembapan udara 40% yang mana menyulitkan alergen menyebar di udara.
  • Konsultasi ke dokter untuk memeriksakan alergi agar menerima pengobatan yang dibutuhkan.

Reaksi alergi pada anabul biasanya tidak begitu berbahaya hingga mengancam jiwa. Kunci untuk hidup berdampingan dengan anabul meskipun memiliki alergi adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan Anda dan kebersihan anabul.

Salah satu pertimbangan jika Anda ingin memelihara hewan namun memiliki alergi pada bulu hewan, Anda bisa memilih hewan peliharaan yang tidak berbulu seperti kucing spinhx, kura-kura, atau ikan. (Uli)

loading...