Alasan Zidane Sulit Menerima Pinangan Menjadi Pelatih Man United

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 25 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Zinedine Zidane bukan tak mau melatih Manchester United, tetapi dia memiliki satu masalah besar jika melatih klub asal Inggris.

Zidane yang saat ini menganggur punya kesempatan untuk melatih tim-tim besar setelah pergi dari Real Madrid.

Kabarnya, Paris Saint-Germain (PSG), Manchester United, hingga timnas Perancis berminat akan jasanya.

Akan tetapi, Zidane punya satu alasan sulit menerima pinangan Man United dibanding klub lain.

“Ketika saya menjadi pemain, saya dapat memilih hampir setiap klub,” ujar Zidane dikutip dari Kompas.com (24/06/2022).

“Sebagai pelatih, tak ada 50 klub yang bisa saya singgahi. Kini hanya ada dua atau tiga pilihan,” ungkapnya.

“Jika saya kembali ke klub, itu untuk menang. Pernyataan ini benar adanya. Sehingga, saya tak bisa bebas pergi ke mana saja,” ungkap dia.

Selain tekad soal menang, dia punya kendala lain jika disandingkan untuk melatih Man United atau klub lainnya, khususnya klub luar Perancis dan Spanyol.

Jika di Inggris, dia akan kesulitan dalam berbahasa Inggris yang membuatnya takut terjadi kesalah pahaman.

“Alasan lain kenapa saya susah memilih, salah satunya adalah bahasa. Kondisi tertentu membuat segalanya lebih sulit,” kata Zidane.

“Ketika orang berkata kepada saya: ‘Apakah Anda ingin pergi ke Manchester?’ Saya mengerti bahasa Inggris tetapi saya tidak sepenuhnya menguasainya.

“Saya tahu bahwa ada pelatih yang pergi ke klub tanpa berbicara bahasa, tetapi saya bekerja secara berbeda.”

“Untuk menang, banyak elemen ikut bermain. Ini adalah konteks global. Saya, saya tahu apa yang saya butuhkan untuk menang,” tandasnya.

Alasan-alasan tersebut, soal kemenangan dan bahasa, membuat Zidane berpikir keras untuk menentukan masa depannya.

Di sisi lain, Zidane memiliki cita-cita melatih timnas Perancis.

Meski tawaran tersebut juga datang, dia masih menimang-nimang keputusan.

“Itu adalah puncak. Jadi, sejak saya mengawali dan sekarang saya adalah seorang pelatih, timnas Prancis tertanam kuat di kepala saya,” tegasnya. (Uli)

loading...