Alasan Tiga Pelari Marathon Menjadi Duta Olimpiade Paris 2024

FOTO: kompas.com/indolinea.com
Senin, 17 Januari 2022

Indolinear.com, Nairobi – Olimpiade Paris 2024 sudah mempunyai tiga orang duta. Tiga duta Olimpiade Paris 2024 punya keunikan selain ketiganya berasal dari cabang olahraga marathon. Saat ini, Eliud Kipchoge, kelahiran Nandi County di Kenya ini adalah duta untuk Olimpiade Paris 2024.

Kipchoge menjadi duta bersama dua pelari marathon lainnya. Mereka adalah Abebe Bikila asal Ethiopia.

Kemudian, ada pelari asal Jerman Timur Waldemar Cierpinski.

Menariknya, ketiga duta ini memenangi medali emas pada Olimpiade secara berurut sebanyak dua kali. Abebe Bikila memenangi medali emas pada Olimpiade Roma 1960 dan Olimpiade Tokyo 1964.

Sementara, Waldemar Cierpinski menjadi peraih medali emas Olimpiade Montreal 1976 dan Olimpiade Moskwa 1980. Sebagaimana disebutkan, Eliud Chipkoge menjadi pemenang medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Ambisi

Pelari marathon putra Eliud Kipchoge punya ambisi meraih singgasana untuk kali ketiga cabang marathon di Olimpiade. Sasaran kali ketiga itu akan berlangsung pada 2024. Kala itu, Paris menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas.

“Saya masih merasakan sesuatu yang mendidih di perut dan itulah alasan mengapa saya punya keinginan untuk mencapai gelar tertinggi di Olimpiade 2024,” kata Kipchoge, kelahiran 5 November 1984 itu, dilansir dari Kompas.com (16/01/2022).

Kipchoge, pemegang paspor Kenya itu adalah raja nomor marathon pada dua Olimpiade. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Kipchoge meraih posisi puncak nomor marathon 42,195 kilometer. Raihan waktunya adalah 2 jam, 8 menit, dan 38 detik.

Kemudian, pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, ia meraih podium dengan catatan waktu 2 jam, 8 menit, dan 44 detik.

Kipchoge menjadi jawara di Rio pada 16 Agustus 2016. Jika dihitung sejak Olimpiade Beijing 2008, Eliud Kipchoge adalah atlet Kenya kedua peraih medali emas setelah sekondannya, Samuel Wanjiru. Eliud Kipchoge, pada perhelatan Berlin Marathon 2018 sukses memecahkan rekor dunia.

Pada laga 16 Oktober 2018 itu, Kipchoge mencatatkan waktu 2 jam, 01 menit, dan 39 detik. (Uli)