Alasan Sakit Punggung Jika Di Rumah, Nenek Ini Langgar Lockdown

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 7 Agustus 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Singapura – Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk membendung wabah virus corona Covid-19 agar tidak semakin meluas. Salah satu caranya adalah dengan memberlakukan social distancing dengan melarang warga untuk berkumpul, termasuk makan di warung atau restoran.

Tetapi nenek dari Singapura ini malah menantang warga yang mengingatkannya untuk mematuhi social distancing.

Dilansir dari Dream.co.id (05/08/2020), sebuah video memperlihatkan seorang nenek sedang makan di food court.

Ketika seorang warga mendekati dan mengingatkannya, nenek itu malah menantang balik. Dia tidak takut meski harus menghabiskan waktu dipenjara.

Dia punya uang dan mampu membayar tebusan jika memang harus dipenjara karena dianggap melanggar social distancing.

” Silakan denda saya 300 dolar Singapura (Rp3,2 juta). Tidak masalah. Saya punya uang. Selama saya bisa makan di luar, itu sudah cukup,” kata nenek itu.

Alasan Sakit Punggung

Dalam video, nenek itu menambahkan bahwa punggungnya sakit jika terus di rumah. Lebih lucu lagi, dia merasa jadi korban bully oleh warga tersebut.

Perlu dipahami bahwa aturan social distancing ini dibuat untuk melindungi semua orang. Meski punya uang untuk membayar denda dan keluar dari penjara, apa gunanya uang itu jika terinfeksi virus corona?

Seperti diketahui, Singapura saat ini menghadapi gelombang kedua penyebaran virus corona. Hal ini dibuktikan dengan kasus positif Covid-19 yang terus bertambah setiap hari. Hingga 20 April 2020 kemarin, kasus positif Covid-19 di Singapura telah mencapai angka 6588 kasus. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: