Alasan Pedagang Online Lebih Suka Berjualan Lewat Media Sosial

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 11 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Paxel dan lembaga riset Provetics telah melakukan survei. Survei itu terkait dengan cara pedagang online skala UKM menjual barang dagangannya. Menariknya, dalam survei tersebut mencatat bahwa pedagang UKM lebih menyukai menjual barang dagangannya melalui media sosial.

Proposisinya adalah WhatsApp 84 persen, Instagram 81 persen. Setelah itu, e-commerce Shopee 53 persen, Facebook 36 persen. Kemudian disusul, Tokopedia dan Bukalapak dengan prosentase 29 persen dan 18 persen.

Gabriella Citra, pendiri usaha Kuliner @mamasakan, mengamini hasil survei itu. Menurutnya, jualan menggunakan media sosial lebih mudah. Terutama untuk memutar uang hasil dari jualannya.

“Ya, karena itu paling gampang. Kalau lewat e-commerce itu kan uangnya tidak langsung masuk ke rekeningku. Baru setelah orderan selesai baru masuk dari e-commerce. Beda kalau media sosial. Uangnya langsung masuk dan aku bisa memutar hasil itu untuk dagang lagi,” terangnya di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com (10/10/2019).

Sementara itu, menurut Senior Analyst Provetics, Smita Sjahputri, mengakui tidak meriset alasan mengapa UKM lebih memillih media sosial daripada platform e-commerce.

Namun, melihat hasil dari riset itu salah satu yang mengindikasikan UKM jarang unggah barang dagangannya di e-commerce lantaran masih baru atau belum lama bermain di ranah online. Sehingga, barangkali UKM lebih meyukai media sosial.

“Kemudian kalau UKM pemula itu, kapasitasnya barang dagangannya tidak terlalu besar jumlahnya. Makanya, dugaan sementara banyak yang menggunakan media sosial daripada platform e-commerce,” katanya saat acara Paxel Buy & Send Insight ‘UKM Lebih Suka Berjualan di Media Sosial’ di Jakarta. (Uli)