Alasan Grup Pangeran Salman Membatalkan Akuisisi Newcastle United

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 1 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sebuah grup kaya raya asal Arab Saudi, mengurungkan minat mereka untuk mengakuisisi Newcastle United.

Awalnya, sebuah grup konsorsium bernama Arab Saudi PIF, yang didukung Pangeran Salman, dikabarkan menyetujui kesepakatan senilai 300 juta pounds (sekitar Rp 5,71 triliun) untuk mengakuisisi 80 persen Newcastle pada April silam.

Sementara sisanya akan diakuisisi Reuben Brothers dan pemodal Amanda Staveley (PCP Partners) untuk mengakhiri kepemilikan Mike Ashley.

Namun, sebagaimana dilansir dari Kompas.com (31/07/2020), mereka kini dilaporkan kehabisan kesabaran karena proses yang panjang dan berbelit-belit.

Pihak konsorsium mengatakan bahwa dengan ‘penyesalan’ bahwa proses akuisisi telah ditarik.

“Kami telah mengambil keputusan untuk menarik minat kami untuk mengakuisisi Newcastle United,” tulis pernyataan konsorsium itu.

“Kami menarik dengan penyesalan, karena kami bersemangat dan berkomitmen penuh untuk berinvestasi penuh di Newcastle dan percaya kami bisa mengembalikan klub ke sejarah awal, tradisi, dan prestasi,” tulis mereka.

“Pada akhirnya, selama proses berkepanjangan yang tak terduga, perjanjian komersial antara Grup Investasi dan pemilik klub berakhir dan investasi kami tidak dapat dipertahankan.”

Sementara itu, Amanda Steveley, yang tergabung dalam grup PCP Partners, juga menyesal dengan keputusan ini.

“Kami merasa hancur. Namun kami berterima kasih kepada para penggemar, dan saya pribadi berterima kasih kepada penggemar atas semua dukungan mereka,” ucap Amanda.

“Mereka punya kesempatan, mereka semua bilang kami belum menjawab pertanyaan padahal kami sudah melakukannya,” kata Amanda. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: