Alasan Ayah Di Sumsel Beri Nama ‘ABCDEF GHIJK Zuzu’ Ke Anaknya

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 17 Desember 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kita baru saja disuguhi berita bocah pemilik nama unik, yang terdiri dari 19 kata, asal Tuban. Kini, muncul kembali kisah pemilik nama yang tak kalah unik.

Pemlik nama unik kali ini datang dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Seorang siswa kelas satu Sekolah Menengah Pertama, punya nama ABCDEF GHIJK Zuzu.

Remaja yang dipanggil dengan nama Adef atau Adebz itu merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Zulfahmi, 41 tahun, dan Zuhro Liani, 36 tahun, yang tinggal di Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim, dilansnsir dari Dream.co.id (16/12/2021).

Viral di Media Sosial

Nama bocah kelahiran 21 Agustus 2009 viral di media sosial setelah menjalani vaksin Covid-19 di klinik Polres Muara Enim. Petugas terkejut saat membaca dan memanggil nama Adef yang saat itu mendapat giliran suntikan vaksi.

Ayah Adef, Zulfahmi, mengatakan, nama abjad memang sudah ia rencanakan sejak bujang. Ia ingin anaknya kelak memiliki nama unik dan dapat dikenal banyak orang.

” Iya, saat masih bujang saya ingin begitu. Dan Alhamdulillah tercapai, anak pertama saya kasih ABCDEF GHIJK Zuzu,” ungkap Zulfahmi.

Sempat Kesulitas Urus Dokumen Dukcapil

Zulfahmi mengaku sempat mengalami kendala saat mengurus administrasi kependududkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Kala itu, petugas meragukan kebenaran nama untuk membuat akte kelahiran dan Kartu Keluarga.

” Waktu itu saya dan petugas berdebat, saya ngotot nama itu dipakai, petugas malah tidak percaya,” kata dia.

Tak cukup sehari, Zulfahmi harus bolak-balik ke Disdukcapil hanya untuk memastikan nama anaknya. Dia harus menyertakan kesaksian dokter yang membantu kelahiran anaknya sebagai syarat tambahan agar berkasnya dapat diurus.

” Mungkin mereka kira saya main-main sama nama itu. Setelah banyak keterangan pendukung, berkas saya diproses,” ujarnya.

Zulfahmi menyebut anaknya langsung menjadi perhatian teman dan gurunya saat masuk SD. Hanya saja, psikologis anaknya tidak sempat terganggu dan menerima apa adanya.

” Dia jadi terkenal di sekolah, jadi perhatian orang-orang,” katanya. (Uli)

loading...