Aku Bangga Jadi Anak Tangsel! Kamu Bagaimana?

FOTO: indolinear.com
Rabu, 25 November 2015
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

26 November 2016 ini, Kota Tangerang Selatan genap berusia tujuh tahun. Tahun 2008 silam, Tangsel berdasarkan undang-undang 51 tahun 2008 resmi otonom dan jadi kota baru di Provinsi Banten.

Semangat otonomi daerah itu sendiri tidak terlepas dari keinginan warga Tangsel untuk lebih sejahtera lagi disegala bidang. Mulai infrastruktur, administrasi, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan hingga hal lain yang memang bagian dari lingkaran kesejahteraan dimaksud.

Did You Know? Saat ini Tangsel sudah berbeda dari 8 tahun silam? Apa yang berbeda? Banyak sekali! Anda lihat ruas jalan yang terus diperluas. Sebut Jalan Raya Ciater, Jalan Raya Viktor, Jalan Raya Siliwangi dan banyak lainnya. Jalan lingkungan yang dulu masih beralas tanah, kini keseluruhan telah beralaskan paving block. Prestasi kah itu? Anda berhak menjawab.

Segi pelayanan kesehatan, peningkatan signifikan pun dapat dirasakan masyarakat. Mulai pembangunan RSUD Tangsel yang berada di kawasan Pamulang hingga peningkatan kuantitas dan kualitas Puskesmas di 7 Kecamatan. Mayoritas Puskesmas di Kota Tangsel saat ini memiliki fasilitas rawat inap. Tidak itu saja, berbasis KTP Tangsel, warga sudah mendapatkan akses kesehatan gratis, baik ditingkat Puskesmas maupun RSU Tangsel. Bahkan kedepan, berobat pun tidak perlu lagi membawa KTP. Cukup datang dan memindai sidik jari, warga Kota Tangsel sudah dapat dilayani. Hebat kan!

Pendidikan pun tak luput dari perbaikan yang dilakukan pemerintah Kota Tangsel. Saat ini seluruh sekolah baik tingkat SD dan SMP hingga SMA berstatus negeri menimal berlantai dua. Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas. Sekolah-sekolah baru dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah sekolah. Satu lagi, itu semua dapat dinikmati gratis oleh anak-anak Kota Tangsel. Bahkan, Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendidikan mengupayakan tidak akan ada lagi pelajar yang harus mengikuti jam sekolah siang, karena minimnya ruang kelas dan sekolah.

Masih banyak kemajuan-kemajuan yang ada di Tangsel. Mulai dari sektor kemudahan perijinan, UKM dan Koperasi, sektor perbaikan administrasi, ketenagakerjaan, kepemudaan dan olahraga, sektor budaya dan pariwisata, perbaikan di sektor lalu lintas dan pengembangan perempuan dan anak serta banyak lainnya. Ini semua, membuat saya bangga jadi anak Tangsel. Apakah anda bangga? Anda boleh menjawab tanpa intervensi dari pihak manapun.

Kebanggaan saya mungkin subjektif. Tanpa sedikitpun manipulasi hati, sejak tahun 1985 saya sudah tinggal  di kawasan Kota Tangsel yang dulu masih masuk dalam wilayah Kabupaten Tangerang. Masa kecil saya habiskan di kawasan Kedaung, Ciputat. Sekolah Dasar saya tuntaskan di SDN Kampung Bulak I, Kedaung, Ciputat. Sekolah menengah pertama saya tuntaskan di SMPN Jombang, Ciputat yang kemudian berganti nama menjadi SMPN 3 Ciputat pada tahun 94-an. Menengah Atas memang saya tuntaskan di SMU BPK Penabur Bogor. Namun, setiap pukul 04.30 saya berangkat dari kawasan Ciater, Serpong menumpang angkot jurusan BSD untuk ke Bogor melalui pasar Ciputat. Kuliah S1 saya selesaikan di Universitas Sumatera Utara dan kembali lagi ke Tangsel sebagai pencari kerja.

Kenapa repot-repot menjelaskan asal usul? Mau narsis yah? Bukan, sama sekali bukan.  Hanya saja, saya persilahkan anda menafsirkannya. Itu dipaparkan hanya untuk menjelaskan, saya satu dari sekian juta warga Kota Tangsel yang melihat, merasakan dan menikmati perkembangan Kota Tangsel sejak dulu. Perubahan itu drastis dan nikmatnya luar biasa. Dulu Jalan Raya Ciater gelap gulita dan hanya dapat dilalui dua kendaraan dari arah berlawanan. Kali Angke yang memotong Jalan Raya Ciater di tidak jauh dari pertigaan Maruga, pun dulunya dikenal angker dan kerap terjadi aksi kejahatan. Saat ini, semua kesan itu hilang setelah ruas jalan diperluas.

Apakah anda sudah bangga jadi anak Tangsel? Belum? Alasannya? Apa karena beberapa pejabat pemerintah di Kota Tangsel tersandung masalah hukum? Untuk urusan yang satu ini saya pun sepakat! Kesepakatan itu adalah meminta perbaikan kualitas dan kuantitas aparatur pemerintahan untuk lebih bekerja profesional. Saya yakin pimpinan Kota Tangsel terus menerus melakukan pembenahan di sektor ini. Salah satunya dengan melakukan rotasi maupun mutasi untuk menempatkan PNS, pada posisi the right man and the right place.

Masalah hukum harus tuntas namun, mari kita bersepakat untuk menyerahkan kepada penegak hukum. Saya yakin kita semua masih menaruh harapan besar kepada Polri, Kejaksaan, KPK, BPK hingga pengawas internal di Pemkot Tangsel yang disebut inspektorat. Lembaga itu memiliki tanggung jawab penuh untuk menuntaskan masalah-masalah hukum ataupun penyimpangan penggunaan APBD.

Kita sebagai warga Tangsel yang modern, cerdas dan religius, tentunya tidak akan termakan atau terhasut opini negatif. Ya, opini negatif. Menurut saya, opini negatif hampir mirip dengan fitnah dan fitnah lebih kejam dari membunuh. Hukum bekerja tidak dengan opini atau fitnah namun berdasarkan fakta dan bukti. Jadi, biarkan penegak hukum bekerja dan mari kita tidak beropini negatif dan cenderung menebar fitnah. Mari kita terus mendukung pelaksanaan pembangunan Kota Tangsel yang dilakukan pemerintah daerah dan memberikan masukan positif untuk perkembangan Kota Tangsel tercinta.

Selamat Ulang Tahun ke 7 Kota Tangerang Selatan. Saya Bangga Jadi Anak Tangsel! Bagaimana dengan kamu?

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: