Aktivis Minta Pemkab Karawang Menertibkan Ritual Buang Celana Dalam Di Gunung Sanggabuana

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 1 November 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Aktivis Karawang minta Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan ritual membuang celana dalam di Pegunungan Sanggabuana, Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hal karena dinilai merusak lingkungan dan moral masyarakat.

“Itu sudah ada sejak lama, tapi karena dibiarkan gitu saja sama pemerintah sehingga terus terjadi fenomena itu. Terlebih saat bulan maulid nabi,” ujar Pengiat Kebudayaan Ketua Umum LSM Lodaya Karawang, Nace Permana, dilansir dari  Wartakota.tribunnews.com (31/10/2021).

Nace melanjutkan ritual ini selalu hadir setiap tahun saat bulan mulud atau maulid nabi.

Karena tidak ada aturan dari Pemkab, bahkan penertiban tidak pernah dilakukan sehingga kegiatan itu terus berlangsung sejak lama dan turun temurun diikuti oleh masyarakat.

Diakuinya, padahal dalam ritual itu tidak ditegaskan membuang sial itu harus membuang pakaian maupun pakaian dalamnya.

“Ini sudah lama dari dulu, dan masyarakat banyak yang akhirnya ikut-ikutan ritualnya, karena dari dulu tidak ada aturan ataupun imbauan dari Pemkab, jadi seperti dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Dia mengaku khawatir bila dibiarkan keasrian pegunungan Sanggabuana terganggu. Bahkan bisa berbahaya terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Apalagi celana dalam ini sampah yang sulit terurai. Maka dari komunitasnya seringkali melakukan pembersihan dan membakar sampah celana dalam tersebut.

“Ini kan celana dalam dan tentunya berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan juga kelestarian lingkungan di Sanggabuana, apalagi limbah celana dalam ini banyak dan tersebar diberbagai pancuran,” ucapnya.

Menurutnya, ritual buang celana dalam itu juga atas perintah dari para kuncen ataupun pemandu para peziara. Maka itu mereka juga perlu ada pembinaan bagi kuncen-kuncen atau pemandu para peziarah.

“Kalau perlu memang harus dibina para pemandu atau kuncen peziarahnya, agar tidak ada lagi ritual buang celana dalam,” tandasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang juga menyayangkan, dengan aktivitas peziarah yang ritual membuang pakaian dalam sembarangan tersebut di Pegunungan Sanggabuana.

“Kita menyayangkan dengan adanya aktivitas tersebut, karena mengotori wilayah Sanggabuana,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Yudi Yudiawan.

Yudi menjelaskan, Pegunungan Sanggabuana merupakan kawasan wisata alam, tentunya kebersihan lingkungan harus dijaga untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut.

“Itu merupakan kawasan wisata alam, tentunya harus dijaga kebersihannya, jangan sampai membuang sampah sembarangan seperti itu,” katanya.

Sebuah video memperlihatkan warga sedang membersihkan ratusan celana dalam di kawasan Gunung Sanggabuana, Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat viral di media social.

Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah akun media soial @hallokrw itu terlihat celana dalam berbagai warna berhamparan di area pegunungan Sanggabuana Karawang.

Sejumlah warga tampak sedang mengumpulkan celana dalam ke dalam karung menggunakan bambu panjang.

“Tah aya cangcut tah cangcut awewe (tuh ada calana dalam punya perempuan),” kata seseorang yang merekam video viral tersebut.

Salah satu warga terlihat berhasil mencungkil celana dalam berwarna pink menggunakan bambu kecil panjang.

Celana dalam yang berhasil diambil dari pinggir tebing dan tengah-tengah semak-semak dikumpulkan ke dalam karung dan dibakar oleh warga.

Heboh, ratusan celana dalam ditemukan berserakan di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Diketahui celana dalam itu milik para pengunjung yang datang untuk melakukan ziarah dan ritual. Celana dalam itu sengaja dibuang untuk membuang sial usai melakukan ritual tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang menyayangkan aktivitas tersebut yang dinilai merusak akidah.

Ketua MUI Karawang Tajuddin Nur mengatakan ritual buang celana dalam merupakan ajaran animisme yang dekat dengan kemusyrikan.

“Malah saya baru dengar soal ritual itu, itu sudah masuk animisme, atau istilah dalam Islam itu khurafat. Ujungnya nanti mengarah pada kemusyrikan,” kata Tajuddin.

Dia mengaku akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Karawang maupun MUI kecamatan setempat agar segera dapat menertibkan ritual tersebut.

“Kita akan komunikasi dengan Pemkab Karawang untuk melakukan langkah-langkah, termasuk kami juga akan sosialisasi ke masyarakat setempat,” jelas dia.

Sebuah video memperlihatkan warga sedang membersihkan ratusan celana dalam di kawasan Gunung Sanggabuana, Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat viral di media sosial.

Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah akun media soial @hallokrw itu terlihat celana dalam berbagai warna berhamparan di area pegunungan Sanggabuana Karawang. Sejumlah warga tampak sedang mengumpulkan celana dalam ke dalam karung menggunakan bambu panjang.

“Tah aya cangcut tah cangcut awewe (tuh ada calana dalam punya perempuan),” kata seseorang yang merekam video viral tersebut.

Salah satu warga terlihat berhasil mencungkil celana dalam berwarna pink menggunakan bambu kecil panjang.

Celana dalam yang berhasil diambil dari pinggir tebing dan tengah-tengah semak-semak dikumpulkan ke dalam karung dan dibakar oleh warga. (Uli)