Aksi Heroik Tentara Inggris Dalam Penyelamatan Sandera Di Hutan Sierra Leone

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 10 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, London – Seorang anggota terjun payung Inggris tewas dan 11 lainnya terluka dalam misi berani untuk menyelamatkan enam sandera yang ditahan di hutan Sierra Leone oleh kelompok pemberontak.

Semua sandera selamat dan berada di atas kapal Royal Fleet Auxiliary yang ditambatkan di ibu kota negara.

Melansir dari Liputan6.com (08/10/2021), setidaknya 20 pemberontok tewas dalam serangan yang melibatkan lebih dari 150 pasukan tentara dari tentara Inggris, termasuk Resimen Parasut dan pasukan khusus.

Penyelamatan dimulai pukul 06.30 waktu setempat, ketika pasukan Inggris melancarkan serangan serentak ke tempat persembunyian milisi di Rochel Creek dan di desa terdekat Magbeni – yang juga dikuasai oleh pemberontak.

Para sandera dibebaskan dalam waktu 20 menit, tetapi baku tembak sengit antara tentara Inggris dan West Side Boys berlanjut hingga satu jam.

Bahaya Besar

Beberapa pemberontak ditangkap, temasuk pemimpin mereka, Foday Kallay, yang pada saat itu berusia 24 tahun.

Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, mengumumkan kabar penyelamatan itu pada wartawan di Downing Street.

“Ini adalah operasi yang dilakukan dalam keadaan bahaya besar dalam menghadapi perlawanan bersenjata,” ujarnya.

Ia juga memuji angkatan bersenjata yang terlibat dan membenarkan ada korban orang Inggris.

Komisaris Tinggi Inggris di Sierra Leone, Alan Jones, mengatakan bahwa tak ada pilihan selain menggunakan kekerasan.

Ia mengatakan pada wartawan bahwa strategi negosiasi yang diadopsi oleh West Side Boy mengindikasikan bahwa tentara-tentara yang tertangkap berada dalam resiko ekstrem.

Jenderal Sir Charles Guthrie, Kepala Staf Pertahanan, juga mengatakan ada kekhawatiran para sandera akan dipindahkan.

“Kami bekerja keras untuk mencari tahu persis di mana mereka ditahan dan kami tidak ingin kehilangan hal itu dan kembali ke titik awal,” ujarnya. (Uli)