Akhir Hayat Adik Ratu Inggris Tercinta, Putri Margaret

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 9 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, London РPutri Margaret, adik perempuan Ratu Inggris Elizabeth II, meninggal dunia pada 9 Febuari tahun 2002. Ia mengembuskan napas terakhir dengan tenang dalam tidurnya, pada usia 71 tahun.

Mengutip dari Liputan6.com (07/03/2020), dia disebutkan menderita stroke pada Jumat 8 Februari sore, sehari sebelum meninggal dunia. Ia juga dilaporkan mengalami masalah jantung, lalu akhirnya dibawa ke rumah sakit di London pada Sabtu 9 Februari 2002 pagi.

Dalam sebuah pernyataan, Istana Buckingham mengatakan: “Sang Ratu, dengan sangat sedih, telah meminta agar pengumuman berikut segera dibuat.

“Adik perempuannya yang tercinta, Putri Margaret, meninggal dengan tenang dalam tidurnya pagi ini pukul 06.30 pagi di Rumah Sakit King Edward VII.”

Pemakaman Putri Margaret berlangsung pada Jumat 15 Februari pukul 15.00 sore di Kapel St George, Windsor, demikian diumumkan pihak istana.

Anggota Keluarga Kerajaan dan teman-teman menghadiri pemakaman, yang tidak jadi acara kenegaraan.

Peti mati Putri Margaret dibawa ke rumahnya dahulu di Istana Kensington pada Sabtu sore, dan dipindahkan ke kapel di Istana St James sebelum pemakaman.

Sang Ratu Inggris telah kembali dari kediamannya di Sandringham di Norfolk ke Kastil Windsor.

Pangeran Charles melakukan perjalanan ke Sandringham untuk mendukung Ibu Suri yang berusia 101 tahun. Duke of Edinburgh juga ada di sana.

Saat itu Ibu Suri menderita pilek yang parah.

Juru bicara Istana St James mengatakan Pangeran Wales “sangat sedih” atas kematian Putri Margaret, demikian pula putra-putranya Pangeran William dan Harry.

Putri Anne, yang berada di Antartika dalam perjalanan tiga hari untuk mengenang ekspedisi Antartika pertama Kapten Scott, kemudian bergegas terbang ke Selandia Baru setalah mengetahui kematian Putri Margaret.

Lord Snowdon, mantan suami Puteri Margaret, mengatakan dia dan anak-anak mereka Lord Linley dan Lady Sarah Chatto – yang berada di samping tempat tidur Margaret ketika dia meninggal – “semua sangat sedih”.

Perdana Menteri Inggris saat itu, Tony Blair, berbicara dari Sierra Leone, menyampaikan banyak ucapan duka cita dari para politikus. Mengatakan dia akan dikenang “dengan penuh kasih sayang” karena dia telah memberikan “banyak pelayanan” kepada negara.

Belasungkawa Negara Asing

Uskup Agung Canterbury, Dr George Carey, mengatakan: “Dia (Putri Margaret) adalah anggota keluarga Kerajaan yang sangat dicintai dan membarikan dukungan besar bagi Yang Mulia sepanjang masa pemerintahan Ratu.”

Beberapa pemimpin asing, termasuk Perdana Menteri Irlandia Bertie Ahern, telah mengirim belasungkawa kepada Ratu Inggris, seperti halnya Paus dalam telegram dan Don McKinnon, Sekretaris Jenderal Persemakmuran saat itu.

Mengheningkan cipta selama satu menit juga diterapkan di banyak kejuaraan olahraga kala itu.

Masyarakat pun meninggalkan beberapa bunga duka cita di luar Buckingham dan Istana Kensington, Rumah Sakit Sandringham dan Rumah Sakit King Edward VII.

Beberapa jadwal televisi dan radio bahkan diubah untuk memberikan ruang bagi program khusus mengenang Putri Margaret.

BBC Radio 4 The Archers, di mana Putri Margaret muncul pada tahun 1984, juga membuat program khusus terkait kepergiannya.

Sosok Cerdas dan Menyenangkan

Putri Margaret dikenang oleh banyak orang karena gaya hidupnya yang glamor dan kehidupan cinta yang bergolak.

Pada 1950-an ia jatuh cinta pada Kapten Peter Townsend yang bercerai, tetapi akhirnya meninggalkannya setelah diduga kuat mendapat tekanan politik, keluarga, dan gereja.

Dia kemudian menikah dengan fotografer Anthony Armstrong-Jones (yang kemudian menjadi Lord Snowdon). Mereka memiliki dua anak tetapi pernikahan berakhir dengan perceraian pada tahun 1978.

Putri Margaret dikabarkan berselingkuh selama beberapa tahun pada 1970-an dengan Roddy Llewellyn, yang usianya 17 tahun lebih muda darinya. Istrinya, Tania, mengatakan kepada wartawan bahwa dia “hancur” karena kehilangan seorang “teman tersayang”.

Menjadi perokok berat selama bertahun-tahun, kesehatan Margaret terus menurun. Dalam beberapa dekade terakhir dia mengalami setidaknya dua stroke.

Putri Margaret terakhir terlihat di depan umum sebelum Natal 2002 di tempat Putri Alice, saat pesta ulang tahun ke-100 Duchess of Gloucester.

Lady Glenconner mengatakan bahwa sang putri jelas menderita saat itu.

“Mungkin hidupnya tidak bisa dilanjutkan. Kualitas hidupnya tidak baik,” kata Lady Glenconner.

Namun, dia menambahkan bahwa ingatannya pada Margaret adalah sebagai sosok “sangat ceria, dan menyenangkan, yang penuh dengan tawa”. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: