Agar Pelanggan Ketagihan, Warung Makan Ini Masak Pakai Bubuk Narkoba

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 31 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pemilik tempat makan selalu punya cara untuk memikat pelanggan. Bisa dengan masakan yang lezat, porsi yang banyak, harga murah atau mungkin tempat yang nyaman. Harapannnya, pengunjung bisa datang lagi dan lagi.

Rupanya seorang pemilik warung makan di China baru-baru ini punya cara tak biasa untuk memikat lidah para pengunjungnya. Mereka menggunakan bubuk poppy husk yang termasuk narkoba untuk masakannya.

Tentu saja hal itu menyalahi aturan dan pihak kepolisian setempat akhirnya turun tangan. Pedagang makanan tersebut ditangkap. Bubuk poppy tersebut selama ini ditaburkan di sajian mi panas, yang merupakan menu andalan mereka.

Dilansir dari Dream.co.id (29/10/2021), pada akhir Agustus, Kantor Polisi Lunan di Kota Lianyungang Provinsi Jiangsu Cina menerima informasi bahwa pemilik warung mi mungkin menggunakan bahan ilegal untuk membuat makanannya lebih menggugah selera dan membuat pelanggan ketagihan.

Setelah kepolisian memiliki sampel mie untuk pengujian, hasilnya menunjukkan bahwa hidangan mi mengandung tingkat papaverin yang tinggi, narkotika, dan senyawa lainnya. Kepolisian bekerja sama dengan Brigade Penyelidikan Lingkungan Makanan dan Obat-obatan melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap warung makan tersebut.

Mereka kemudian menyita satu pot besar berisi minyak cabai. Minyak tersebut rupanya telah dicampur dengan bahan turunan poppy.

“ Bumbu minyak cabai dicampur dengan bubuk cangkang poppy yang membuatnya terasa jauh lebih enak. Namun, makanan ini dapat membuat ketagihan dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang,” kata Zhang Kaoshan, salah satu petugas.

Saat ditangkap polisi, pemilik tempat makan yang diketahui bermarga Li itu pun mengaku membumbui cabai dengan bubuk poppy husk. Dia menjelaskan bahwa itu satu-satunya cara untuk pulih dari kondisi pandemi.

Li mengaku telah kehilangan sebagian besar pelanggannya selama masa lockdown. Ia pikir membuat pelanggan ketagihan dengan hidangan mi panas merupakan cara terbaik untuk membantu bisnisnya kembali bangkit.

Ia sebelumnya pernah mendengar bahwa menambahkan poppy husk ke dalam bumbu dapat membuat pelanggan ketagihan. Hal itu membuat Li membeli poppy husk kepada pedagang rempah untuk membuat hidangan mi panasnya bisa membuat orang datang lagi dan lagi.

Tak lama kemudian, keuntungan harian warung mi itu naik sekitar sepertiga dari penghasilan sebelumnya. Tentu saja keuntungan tak sepadan dengan efeknya, karena Li harus menjalani proses hukum. (Uli)