Aduh! Pria Yang Memiliki Jenggot Lebat Ternyata ‘Biji’nya Kecil

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 15 April 2019

Indolinear.com, Jakarta – Jenggot dan rambut lain di wajah merupakan salah satu ornamen pada penampilan pria yang dianggap cukup penting saat ini. Banyak pria rela untuk menghabiskan uang untuk melebatkan jenggot yang mereka miliki.

Namun sebuah penelitian menunjukkan hal yang sangat mengejutkan mengenai jenggot lebat yang dimiliki oleh pria ini. Diketahui bahwa pria dengan jenggot lebat ternyata memiliki ukuran ‘biji’ yang kecil.

Dilansir dari Merdeka.com (14/04/2019), hasil penelitian ini dipublikasikan pada awal bulan ini pada jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan jenggot pria terhadap tanda kesuburan lain pada primata seperti hidung besar, rambut di wajah, serta tanda merah di dada pada spesies tertentu.

Rambut digolongkan sebagai ‘ornamen’ penanda maskulinitas sedangkan testis digolongkan sebagai ‘senjata’ yang dimiliki. Testis ini merupakan cara untuk berkompetisi secara seksual dengan pejantan lain pada spesies melalui reproduksi.

Penelitian ini menemukan bahwa manusia termasuk primata besar, secara fisik kekurangan energi untuk memiliki baik testis yang besar serta wajah berambut lebat pada waktu yang sama. Baik dalam bentuk jenggot di manusia, maupun jambang pada monyet, pria atau monyet jantan dianggap tak mampu memproduksi sperma secara besar sambil menjaga produksi jenggot yang banyak.

“Singkatnya, semakin banyak rambut yang muncul di wajah pria, semakin kecil testis yang dimilikinya,” jelas Stefan Lpold, pakar biologi evolusi di University of Zurich.

Namun hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa memiliki jenggot bisa membantu pada hal reproduksi. Primata dengan banyak bulu dianggap lebih maskulin, sehat, dan subur, sehingga dianggap lebih menarik bagi rekan betina mereka.

Walaupun tak memiliki ukuran ‘biji’ yang cukup besar, primata jantan ini masih menarik perhatian bagi banyak betina. Jika mereka memiliki ‘biji’ yang lebih besar (sehingga lebih banyak sperma), mereka tak bakal memiliki banyak bulu sehingga tak terlalu menarik perhatian dari primata betina.

Walau terdapat banyak faktor lain yang bermain pada reproduksi, termasuk kepadatan populasi, hasil penelitian menyebut bahwa jenggot dan testis merupakan yang paling penting pada evolusi. (Uli)