Adu Fitur Nissan LEAF Versus Hyundai Ioniq, Pilih yang Mana?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 30 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Konsumen di Indonesia memiliki pilihan baru jika ingin memiliki mobil listrik. PT Nissan Motor Indonesia (NMI) meluncurkan all new LEAF beberapa waktu lalu yang dibanderol Rp 649 juta untuk warna single tone dan Rp 651 Juta warna dual tone.

Melihat banderol LEAF, harga tersebut berada di tengah-tengah kedua model Hyundai Ioniq, yakni Rp 637 juta untuk Ioniq Prime dan Rp 677 juta untuk Ioniq Signature. Memiliki harga yang tidak berbeda teralu jauh, Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq punya kelebihan masing-masing.

Secara eksterior LEAF dan Ioniq sama-sama berjenis hatchback. Namun yang pasti keduanya punya ciri khas masing-masing. Misalnya perbedaan Nissan LEAF dan Hyundai Ioniq terletak pada bahasa desain dan ukuran pelek.

Nissan LEAF mengadopsi wujud hatchback tradisional dengan bagian pilar B dan C yang sama tinggi, serta pelek 17 inci. Sedangkan Ioniq lebih mirip sedan di mana bentuk pilar B dan C-nya menurun dengan ukuran roda 16 inci.

Nissan LEAF didukung sistem pencahayaan lampu depan-belakang LED, serta pilihan warna two tone. Meski tidak mempunyai pilihan warna yang sama, Ioniq Signature dilengkapi dengan sunroof. Ini tidak ditemui pada LEAF.

Di sisi lain Hyundai Ioniq Prime, karena menjadi varian terendah, lampu depan masih halogen dan tidak tersedia opsi sunroof seperti Signature, dilansir dari Liputan6.com (28/08/2021)

Adu Fitur

Interior kedua mobil mempunyai desain futuristis, mencirikan mobil modern. Interior Nissan LEAF maupun Hyundai Ioniq Prime dibekali fitur yang komplet dan mewah. Keduanya sudah memakai jok kulit, mempunyai cruise control, keyless entry, serta pemanas kursi.

Di sektor ini Hyundai Ioniq punya godaan lebih karena speedometer sudah full digital, ada armrest dan lubang AC di belakang, serta konfigurasi setir tilt dan teleskopik. Tipe Signature tentunya lebih lengkap lagi. Kursi pengemudi sudah elektrik dengan memory seat, ada pendingin kursi, dan ambient lighting. Pantas jika Ioniq Signature banderolnya lebih mahal dari varian LEAF tertinggi.

Baik LEAF amupun Ionig punya teknologi dan sistem keselamatan lengkap. Misalnya pada LEAF terdapat  Forward Collision Warning (FCW), Forward Emergency Braking (FEB), Intelligent Trace Control (ITC) dan kamera 360. Sedangkan Ioniq Signature dibekali Blind-spot Collision Warning (BCW) dan Rear-Cross Traffic Collision Warning (RCCW).

Sementara Ioniq Prime hanya dilengkapi Electronic Stability Control (ESC), Hill Start Assist (HSA) dan Anti-lock Braking System (ABS) yang juga ditemukan pada Nissan Leaf. Hanya saja Nissan tidak memberikan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) pada mobil mereka. Semua mobil dilengkapi 6 airbags atau lebih.

Nissan LEAF lebih bertenaga dibandingkan Ioniq karena menggunakan baterai 40 kwh dan sanggup menyemburkan tenaga 148 hp dan torsi maksimal 320 Nm. Sekali pengisian beterai penuh, LEAF sanggup menjelajah sejauh 311 km. Nissan LEAF hanya butuh waktu 7,6 detik untuk berakselerasi dari posisi 0 ke 100 km/jam.

Performa Ioniq sedikit lebih rendah, tapi punya jarak tempuh yang lebih jauh, yakni 373 km. Dibekali baterai 38,3 kwh, output Ioniq sebesar 139 hp dengan torsi 295 Nm, dan akselerasi 0-100 km/h hanya membutuhkan waktu 9,9 detik.

Dari segi fitur, keduanya relatif berimbang. Tapi soal harga dan performa LEAF lebih murah dan bertenaga. Hanya saja Hyundai Ioniq punya sunroof dan jarak jelajah lebih jauh dari LEAF. Jadi, pilih mana? (Uli)