Adira Finance Ogah Merevisi Target Meski Dibayangi Pandemi

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 20 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Adira Finance melaporkan pencapaian Semester I 2021 cukup positif. Hal ini tak terlepas dari kondisi perekonomian yang dinilai sudah membaik meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19.

“Kondisi perekonomian yang membaik membuat performa Adira Finance di Semester I juga membaik,” terang Niko Kurniawan, Direktur Penjualan Pelayanan & Distribusi Adira Finance, dilansir dari Liputan6.com (18/08/2021).

Menurut Niko, selalu ada hubungan antara pertumbuhan ekonomi nasional dengan pertumbuhan Adira Finance.

“Dengan ekonomi yang membaik, daya beli masyarakat juga membaik, market otomotif semuanya membaik sehingga dealer bisa menjual lebih banyak. Dengan ekonomi yang membaik kemampuan membayar cicilan pelanggan juga meningkat,” katanya.

Disebutkan, penjualan Adira Finance naik 25,5 persen menjadi Rp 13,7 triliun di Semester I 2021. Walaupun torehannya positif, kondisi perekonomian belum pulih 100 persen seperti jaman sebelum pandemi sehingga memengaruhi kemampuan pelanggan dalam melakukan kewajibannya membayar cicilan.

“Sebagai bentuk kepedulian, kami sejak tahun lalu memberikan restrukturisasi kredit kepada pelanggan yang terdampak pandemi Covid-19. Dan masih terus kami laksanakan sampai sekarang ini,” ujar Niko.

“Hingga Juni 2021 terdapat 831 ribu kontrak yang kami restrukturisasi, nilainya mencapai Rp 19 triliun. Itu mewakili sekitar 36 persen dari piutang yang dikelola per Februari 2020,” sambungnya.

Dirinya juga menjelaskan, dari 36 persen yang direstrukturisasi, 80 persennya mulai membayar kembali kewajiban cicilannya.

“Kebanyakan pelanggan yang masuk daftar restrukturisasi itu adalah pelanggan dari mobil, mungkin karena nilai angsurannya cukup tinggi. Kedua (terbesar) adalah sepeda motor, lalu dana tunai,” jelas Niko.

Sekadar informasi, saat ini Adira Finance memiliki lebih dari 2,1 juta pelanggan aktif. Mayoritas pelanggan Adira Finance berasal dari wilayah Jabodetabek atau Pulau Jawa.

Dari jumlah tersebut 80 persennya untuk pembelian produk pembiayaan otomotif, 17 persennya membeli produk pembiayaan non-otomotif.

Ogah Revisi Target

Bicara target di tahun ini, Adira Finance menyebut tidak melakukan revisi meskipun pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kami tidak merevisi target untuk turun meski ada PPKM. Sampai sekarang kami masih seperti target awal,” tegas Niko.

Sementara itu, Swandajani Gunadi selaku Direktur SDM & Marketing Adira Finance menyampaikan, dengan target yang tidak diturunkan pihaknya siap melancarkan strategi baru dengan melancarkan berbagai program menarik.

“Dengan segala keterbatasan kami berusaha membuat berbagai macam program menarik kepada calon nasabah kami dan juga kepada nasabah tetap kami yang mau melakukan repeat order,” katanya.

“Oleh karenanya kami membuat banyak program menarik. Kami optimistis bahwa ini bisa menjadi penarik supaya pelanggan atau calon pelanggan kami mau melakukan kredit di Adira Finance. Kami juga yakin bahwa dengan cara-cara seperti ini merupakan upaya kita bagaimana untuk mencapai target,” sambungnya lagi.

Untuk diketahui, selain program Harcilnas 2021, Adira Finance juga mengemas beragam program untuk pelanggan ke dalam satu kemeriahan bertajuk Adira Finance SALEBration yang juga merupakan bagian dari perayaan HUT Ke-31 Adira Finance. Event ini akan berlangsung selama sebulan mulai 19 Agustus 2021.

Adapun program-program terebut terdiri dari Sahabat Flash Deal, yaitu promo untuk pelanggan di platform digital Adira Finance dan Adira Virtual Expo (AVE), pameran multiproduk Adira Finance yang digelar secara virtual 3D, sehingga bisa diakses selama 24 jam dari seluruh Indonesia. (Uli)