Ada Pejabat Negara Yang Sumbangkan 90 Persen Gajinya Untuk Rakyat

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 3 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Pemberitaan menteri Prabowo tak akan ambil gaji ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

Kini, Prabowo mengklarifikasi bahwa dirinya akan mengambil gaji dan seluruh tunjangan atas dasar memenuhi ketentuan undang-undang.

“Kita akan terima gaji dan kita pakai untuk keperluan yang sebaik-baiknya,” kata Prabowo dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV.

Prabowo menegaskan, sesuai dengan undang-undang, dirinya akan menerima gaji serta menggunakan fasilitas menteri seperti mobil dan rumah dinas.

Setelah pernyataan Prabowo itu, Dahnil Anzar pun menyampaikan tweet terbarunya melalui Twitter pribadinya, @Dahnilanzar, dilansir dari Tribunnews.com (02/11/2019).

“Tidak ada yang miskom. Pernyataan ini dibuat Pak @prabowo setelah disampaikan pihak @Kemhan_RI dan sekretariat negara bahwa gaji dan lain-lain harus diterima dan dipersilahkan kepada beliau untuk menggunakannya untuk disumbangkan atau lainnya. Maka, beliau taat aturan dan azas. Terimakasih.”

Seperti diketahui, kabar Prabowo tak ambil gaji muncul pertama kali dari Dahnil Anzar, Juru Bicara Prabowo, beberapa waktu lalu.

“Saya ingin mengkonfirmasikan kepada sobat semua khususnya sobat pewarta terkait dengan informasi yang menyatakan Pak @prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai menteri di @Kemhan_RI adalah BENAR. Sejak awal beliau masuk politik, berkomitmen untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa dan Negara.”

Ternyata, ada juga, pejabat negara yang menyerahkan 90 persen gaji bulanannya untuk rakyatnya.

Ia adalah Jose Mujica, Presiden Uruguay yang menjabat pada tahun 2010 hingga 2015.

Jose Mujica menerima gaji sekitar £7,500 ($11.000) dan hanya menggunakan £485 untuk kebutuhan hidupnya per bulan.

Sebagian besar gajinya disumbangkan untuk tunawisma di negaranya.

Jose Mujica memiliki mobil tua Volkswagen Beetle berwarna biru, keluaran tahun 1987.

Hanya mobil inilah yang menjadi simbol kemewahan hidup Jose Mujica.

Pada awal menjabat presiden Uruguay, Jose Mujica hanya memiliki total kekayaan kurang dari 1.000 dollar AS atau kurang dari Rp 10 juta.

Kemudian pada 2012, total kekayaannya bertambah menjadi 215 ribu dollar AS atu setara Rp 2 miliar.

Total kekayaan itu pun karena ditambahkan sejumlah aset istrinya berupa rumah, tanah, dan traktor.

Sebagai seorang kepala negara, kekayaan Jose Mujica masih disebut kecil. Hal itulah yang menyebabkan Jose Mujica kerap dijuluki presiden termiskin di dunia.

Tidak hanya itu, saking menerapkan hidup sederhana, Jose Mujica bahkan menolak tinggal di kediaman kepresidenan.

Ia memilih tinggal di luar ibu kota di kawasan pertanian. Rupanya, Jose Mujica dan sang istri menanam bunga untuk menambah pendapatan hidupnya.

Di rumah tersebut, Jose Mujica tak dijaga ketat oleh pasukan pengamanan presiden. Ia hanya dijaga dua polisi dan satu anjing pelacak.

Setelah berhenti menjadi presiden Uruguay, Jose Mujica terpilih sebagai senator. Namun, pada 16 Agustus lalu, Jose Mujica memutuskan mengundurkan diri. Padahal, dia seharusnya menjabatnya sampai 2022.

Saat mengundurkan diri dari senator, Jose Mujica pun menolak menerima uang pensiun. Gaya hidup Jose Mujica ini memang jauh dari kemewahan. Namun, ia justru menikmati cara hidup seperti itu.

“Hampir seluruh hidup saya habiskan dengan cara seperti ini. Saya bisa hidup baik dengan apa yang saya miliki saat ini,” kata Jose Mujico.

Jose Mujica merasa bisa lebih menikmati kebebasan dalam hidupnya.

Ia mengatakan, tak perlu kerja keras seumur hidup bagai budak untuk mempertahankan harta benda.

Namun, gaya hidup sederhana yang tak memiliki banyak kemewahan justru bisa membuat dirinya punya banyak waktu untuk sendiri.

Ia sengaja menjalani pilihan hidup seperti itu, meski kerap disebut eksentrik atau aneh. (Uli)

INDOLINEAR.TV