Ada Lukisan Tersembunyi di Balik Mahakarya Yang Bersejarah Picasso

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 10 September 2019

Indolinear.com, Ontario – Sebuah lukisan tersembunyi ditemukan di balik salah satu karya paling bersejarah kreasi Pablo Picasso.

Art Gallery of Ontario yang tengah memajang karya Piccaso “The Crouching Beggar” bersama Northwestern University’s Centre for Scientific Studies in the Arts, Chicago memindai sejumlah karya Piccaso dengan spektrometri sinar-X fluoresensi dan teknologi pencitraan lainnya.

Para periset mengungkapkan hal itu dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) bahwa Picasso telah melukis di atas gambar lain oleh seorang seniman yang tidak dikenal.

Lukisannya yang dilukis di atas karya orang lain itu berasal dari periode biru, berjudul “La Mis√©reuse”, juga dikenal sebagai “The Crouching Beggar” atau “The Crouching Woman”. Pablo Picasso menciptakannya pada 1902. Demikian seperti dikutip dari Liputan6.com, (09/09/2018).

Profesor sains dan teknik material di Northwestern University, Marc Walton, mengatakan kepada AAAS bahwa diketahui adanya underpainting, tapi tidak ada yang dapat mengidentifikasi hal itu.

Mereka percaya ada lukisan di bawah karya Pablo Picasso karena tekstur cat yang berbeda.

Teknologi sinar-X mengungkap, di balik lukisan “The Crouching Beggar” karya Picasso itu adalah gambar lansekap Barcelona.

Profesor Walton mengatakan bahwa Pablo Picasso telah menggunakan beberapa kontur yang ada untuk membuat lukisannya.

Periset juga menemukan lapisan lain antara lukisan asli dan produk akhir Pablo Picasso – versi sebelumnya dari “The Crouching Beggar”.

“Informasi semacam ini memungkinkan kita masuk ke dalam pikiran Picasso, untuk memahami pendirian kreatifnya, untuk dapat merasakan gaya kerjanya dengan lebih baik pada masa kritis ini pada awal kariernya,” Profesor Walton mengatakan kepada AAAS terkait karya Pablo Picasso itu.

Memahami Pemikiran Picasso

Salah satu pemimpin proyek tersebut, Francesca Casadio dari Center for Scientific Studies in the Arts di Chicago, mengatakan kepada BBC bahwa penemuan tersebut membantu memahami proses pemikiran Picasso.

“Banyak lagi lukisan yang menunggu untuk menceritakan rahasia mereka dan dengan sistem pemindaian kami. Kami dapat membantu mereka berbicara lebih banyak kepada kami,” katanya.

Periset mengatakan kepada AAAS bahwa alat spektrometri fluoresensi X-ray menciptakan gambar grayscale dari unsur kimia dalam cat tersembunyi.

Dengan menggunakan unsur-unsur ini, mereka dapat menciptakan sebuah pewarnaan ulang yang menarik. (Uli)