Ada 110 Sekolah Di Kota Bekasi Belajar Secara Tatap Muka

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 7 April 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Sebanyak 110 sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat, telah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sebelumnya Pemerintah Bekasi telah menggelar pembelajaran adaptasi tatanan hidup baru  satuan pendidikan (ATHB-SP) mulai 22 Maret 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, 110 sekolah yang menggelar tatap muka sudah melewati proses pengecekan kesiapan protokol kesehatan (prokes).

“Menggelar ATHB -SP di 110 sekolah, dan kami melakukan pengawasan ketat serta melakukan evaluasi di tiap harinya,” katanya, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (06/04/2021).

Inayatullah menambahkan, kegiatan adaptasi tatanan hidup baru di satuan pendidikan (ATHB-SP) dengan penerapan sekolah tatap muka berjalan tanpa kendala selama lebih dari sepekan terakhir.

“Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar dengan menerapkan prokes secara ketat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi, kata Inayatullah,  melalui Dinas Pendidikan akan melakukan perluasan jumlah sekolah.

Sejumlah sekolah telah mengajukan untuk menggelar kegiatan serupa ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Ada 43 SMP dan 28 SD yang sudah mengajukan proposal untuk menggelar kegiatan ATHB-SP.”

“Sekolah-sekolah ini akan ditinjau oleh pengawas dan akan kami buat penetapan lagi, ada sekolah negeri maupun sekolah swasta,” katanya.

Dinas Pendidikan membentuk Tim yang bertugas mengkaji standar penerapan protokol kesehatan di sekolah dan syarat-syarat yang perlu dipenuhi  sekolah yang mengajukan kegiatan PTM.

Termasuk syarat vaksinasi bagi guru maupun seluruh pegawai sekolah.

“Membentuk tim pengkaji yang bekerjasama dengan dinas terkait, berkoordinasi dengan gugus Covid tingkat kota. Dan di tiap satuan pendidikan telah juga dibentuk Satgas Covid sekolah,” ucapnya.

Selain menambah jumlah sekolah tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana menambah jumlah rombongan belajar (rombel)dari tiga menjadi maksimal enam rombel per satuan pendidikan.

“Saat awal ada tiga rombel, dan akan kami tambah menjadi 6 rombel,” kata Inayatullah.

Dia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan ATHB- SP tidak terlepas dari tingkat kedisiplinan satuan pendidikan tinggi.

Serta selalu berkoordinasi dengan orang tua, komite sekolah dalam melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada para peserta didik saat mengikuti kegiatan PTM di sekolah.

“Kuncinya itu ada pada kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan. Diharapkan tidak terjadi penularan Covid-19,” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: