Abraham Lincoln Berfirasat Akan Dibunuh, 10 Hari Sebelum Kematiannya

FOTO: liputan6..com/indolinear.com
Selasa, 3 Mei 2022

Indolinear.com, D.C – Menurut ingatan salah satu temannya, Ward Hill Lamon, Presiden Abraham Lincoln bermimpi pada malam 4 April 1865 tentang “isak tangis pelayat yang tenang” dan mayat tergeletak di Ruang Timur Gedung Putih.

Dalam mimpi itu, Lincoln bertanya kepada seorang tentara yang berjaga: “Siapa yang mati di Gedung Putih?”.

Prajurit itu pun menjawab: “Presiden. Dia dibunuh oleh seorang pembunuh.

Lincoln terbangun pada saat itu.

Pada 11 April, dia mengatakan kepada Lamon bahwa mimpi itu “aneh dan mengganggu” dia sejak saat itu, demikian seperti dikutip dari Liputan6.com (01/05/2022).

Sepuluh hari setelah bermimpi, Lincoln ditembak mati oleh seorang pembunuh saat menghadiri teater pada 14 April 1865.

Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln Tewas Ditembak

Pada 14 April 1865, Amerika Serikat berkabung. Pemimpin yang dielu-elukan oleh rakyatnya telah mangkat.

Presiden ke-16 Negeri Paman Sam, Abraham Lincoln, tewas ditembak oleh aktor panggung ternama dan pendukung Konfederasi, John Wilkes Booth, di Ford’s Theater, Washington DC. Ia juga menjadi otak di balik rencana pembunuhan.

Insiden itu terjadi hanya berselang lima hari, setelah Jenderal Konfederasi, Robert E. Lee, dan pasukannya menyerah kepada Letnan Jenderal Ulysses S. Grant dan Tentara Potomac di Gedung Pengadilan Appomatox, Virginia.

Pernyataan dari Jenderal Lee sekaligus menandai berakhirnya perang saudara yang mendera Amerika Serikat selama empat tahun. Kala itu, banyak yang menganggap serangan terhadap Presiden Lincoln sebagai bagian dari konspirasi besar untuk membangkitkan Konfederasi. (Uli)

loading...