Abaikan Perbedaan, Pria Ini Membantu Benahi Rumah Tetangga

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 24 April 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Malaysia – Kebaikan rasanya kurang bermakna jika hanya dalam ucapan. Sepatutnya, kebaikan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata tanpa memandang latar belakang apapun.

Seorang pria asal Malaysia, Mohd Fadli Salleh, membagikan kisah menyentuh tentang kebaikan di akun Facebooknya. Dia bercerita pengalamannya mendapat kabar sebuah rumah yang dihuni keluarga etnis Tionghoa dalam keadaan sangat kumuh.

Dikutip dari Dream.co.id (22/04/2020), Fadli bercerita awalnya dia mendapat pesan dari seseorang yang dikenali dengan Kak Yati. Orang tersebut memberitahu ada keluarga etnis Tionghoa tetangganya tinggal di lantai 11 rumah susun dalam kondisi yang memprihatinkan.

Anak-anak dari keluarga itu setiap hari menumpang mandi di rumah Kak Yati sebelum berangkat ke sekolah. Kak Yati lalu meminta tolong kepada Fadli membantu keluarga tersebut.

Fadli pun membalas pesan itu dan meminta alamat keluarga yang dimaksud. Dia berjanji melihat keluarga itu jika punya waktu luang.

” Kebetulan akhir tahun kemarin saya sempat ke sana, melihat sendiri satu keluarga dari bangsa berbeda dengan saya, dari agama yang tidak sama pula,” tulis Fadli.

Mirip Kapal Tongkang Pecah

Dia mengatakan kondisi rumah yang dihuni keluarga tersebut sungguh memprihatinkan. Fadli mengibaratkan seperti kapal tongkang pecah, bahkan lebih parah dari itu.

” Si ayah tidak bisa kerja berat, menderita beberapa penyakit agak kronis. Hanya istrinya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah hotel di Ampang,” kata Fadli.

Keluarga itu punya dua anak kecil yang masih sekolah. Ketika dia datang, dua anak itu menyalaminya dan mencium tangannya.

” Pasokan air diputus karena tidak mampu bayar sewa rumah, menunggak banyak bahkan surat pengusiran sudah keluar,” terang Fadli.

Meski miskin, terang Fadli, keluarga ini tidak mengabaikan pendidikan anak-anaknya. Ketika dia datang lagi, dua anak tersebut tidak di rumah lantaran mengikuti kelas tambahan gratis yang dianjurkan oleh pengurus warga setempat.

Bantu Sediakan Pasokan Air

Fadli pun memutuskan membantu keluarga itu. Setidaknya mereka bisa dapat pasokan air bersih.

Fadli juga melibatkan Kak Yati sebagai penghubung dengan pengelola rumah susun. Juga sebagai pembuat laporan tiap progres yang dijalankan.

” Akhirnya kami bisa menjalin kesepakatan agar pasokan air bersih kembali disambungkan dengan syarat biaya sewa jadi dua kali lipat,” ungkap dia.

Jadi Gudang Simpan Hasil Memulung

Setelah air lancar, tahap selanjutnya adalah pembuangan sampah. Ternyata, sampah di rumah itu dikumpulkan si ayah dari hasil memulung sehingga bisa dijual lagi.

Padahal, rumah tersebut terletak di lantai 11, sangat tidak mungkin untuk membawa sampah-sampah tersebut turun ke lantai dasar setiap hari. Ditambah lagi, si empunya rumah hanya asyik mengumpulkan namun tidak pernah dijual.

” Saya lalu meminta bantuan tim relawan Dana Kita dengan Pak Muhammad Irwan. Dia lalu mengajak teman-teman relawan untuk terjun membantu,” kata dia.

Sampah Sampai 3 Truk

Selama dua pekan, tim relawan bergotong royong membersihkan rumah keluarga Tionghoa tersebut. Jumlah sampah yang dibuang bukan main banyaknya, sampai tiga truk.

” Sekarang, rumah mereka sudah punya air bersih, bebas sampah. Dinding kami cat lagi, jendela diberi korden, lantai dipasangi tikar, bantal dan kasur juga diganti yang baru,” kata dia.

Keluarga tersebut pun bisa nyaman merayakan Imlek. Setelah bertahun-tahun lamanya terabaikan dan tidak ada yang peduli.

” Tidak peduli apa agama mereka, apa juga bangsa mereka namun mereka sedang susah, mereka sedang memerlukan bantuan,” tulis Fadli. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: