9 Tahun Berturut-turut Populasi Penduduk Di Jepang Mengalami Penurunan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 16 April 2020
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Berdasarkan perkiraan populasi penduduk yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Selasa (14/4/2020), total populasi Jepang pada 1 Oktober tahun lalu adalah 126.167.000 orang, penurunan untuk tahun kesembilan berturut-turut.

“Tingkat penurunan telah mencapai rekor tertinggi, menunjukkan bahwa populasi saat ini jauh semakin menurun,” ungkap sumber informasi yang dilansir dari Tribunnews.com (15/04/2020).

Menurut perkiraan populasi pada 1 Oktober 2019, diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, total populasi Jepang, termasuk orang asing, adalah 126.167.000, yang merupakan 276.000 lebih rendah dari tahun sebelumnya, atau 0,22 persen dari total.

Total populasi Jepang memuncak pada tahun 2008 dan telah menurun setiap tahun sejak tahun 2011, menjadikannya tahun kesembilan berturut-turut saat ini.

Selain itu tingkat penurunan telah mencapai rekor tertinggi, menunjukkan bahwa populasi juga semakin berkurang.

Menurut kelompok umur, “populasi usia kerja” antara usia 15 dan 64 adalah 7.507.200, terhitung 59,5 persen dari total populasi, angka terendah yang pernah ada.

Rasio “populasi usia kerja” memuncak pada 69,8 persen di tahun 1992 dan selanjutnya terus menurun.

Selain itu, populasi berusia 65 tahun ke atas adalah 35.885.000, yang merupakan yang tertinggi pada 28,4 persen dari total populasi.

Sementara populasi di bawah 15 tahun adalah 15,21 juta, terendah di 12,1 persen. Ini adalah bentuk nyata di mana kekurangan tenaga kerja semakin meningkat.

Di sisi lain, jumlah orang asing yang tinggal di Jepang selama lebih dari 3 bulan adalah 2.436.000 orang, meningkat 211.000 orang dari tahun sebelumnya, peningkatan tahun ketujuh berturut-turut.

Melihat tingkat perubahan menurut prefektur, populasi menurun di 40 prefektur, dan tingkat penurunan tertinggi adalah 1,48 persen di Perfektur Akita untuk tahun ketujuh berturut-turut, diikuti oleh 1,31 persen di Perfektur Aomori.

Sementara Perfektur Kochi dan Perfektur Yamagata masing-masing menurun 1,15 persen.

Sebaliknya, meningkat di 7 prefektur, dengan tingkat kenaikan tertinggi di Tokyo untuk tahun ketujuh berturut-turut di 0,71 persen, diikuti oleh Okinawa di 0,39 persen dan Saitama di 0,27 persen. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: