750 Pelajar Tangsel Deklarasi Anti Narkoba, Kekerasan, Bullying dan Hoax

Eksklusif Dindikbud Tangsel for indolinear.com
Kamis, 18 Oktober 2018

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, Miras, Kekerasan, Bullying dan Hoax di Aula Universitas Pamulang, Kecamatan Pamulang, Tangsel pada 18 Oktober 2018.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk menjadi pembicara, mulai dari Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Kajari Tangsel Bima Suprayoga, perwakilan TNI, perwakilan BNN dan Indonesia Bersih Narkoba (IBN) Imam Mahendra.

Dikemas secara menarik, kegiatan ini melibatkan 750 pelajar di Kota Tangsel terdiri dari siswa SMP, SMK dan SMA.

Menurut Kepala Dindikbud Tangsel Taryono, pelajar Tangsel siap untuk sungguh-sungguh belajar dengan anti kekerasan, anti narkoba dan anti radikalisme.

“Ini merupakan kegiatan rutin Dindikbud Tangsel yang setiap tahun kami laksanakan. Kegiatan ini dalam rangka menempatkan kasih sayang pada adik-adik pelajar,” ungkapnya.

Jika suasana asik pada saat belajar, maka siswa tidak akan melakukan hal-hal negatif. Jadi esensi dari kegiatan ini bagaimana bisa membangun suasana asik dan menyenangkan yang akan dibawa ke sekolah-sekolah.

“Bagaimana bisa membangun sekolah yang asik dan menyenangkan. Sekolah jadi rumah kedua para siswa. Kita ingin membangun dimana semua anak fokus belajar menghargai orang lain juga peduli pada lingkungan,” bebernya.

Taryono berharap, para peserta kegiatan bisa menularkan pada siswa lain sehingga bisa memba gun sekolah jadi asik dan menyenangkan.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebuah upaya konsisten kita untuk menekan radikalisme, fandalisme, narkoba dan lainnya di Kota Tangsel.

“Ini adalah upaya dan treatmen kita, selain masih banyak treatment-treatment yang lain. Diluar itu masih banyak ruang kepada para pelajar untuk menunjukan partisiapasi, eksistensi serta prestasinya. Nanti akan ada lomba-lomba yang diberikan kepada mereka,” ungkapnya.

Lanjutnya, pilihannya adalah kita melakukan pencegahan atau tidak melakukan pencegahan, soal efektif atau tidak itu perlu waktu. Jadi yang kita pilih kita melakukan tindakan bagi pelajar kita mengingatkan mereka akan banyak hal. Para narasumber meingatkan mereka dengan baik, jika tidak diingatkan khawatir mereka diingatkan oleh hal negatif.

“Saya mewakili orangtua murid berpesan, jangan sia siakan waktu untuk belajar.

Gunakan waktu kalian semasa kalian belajar, belajar lah dengan baik. Raih prestasi baik, cari ilmu yang seluas-luasnya,” ungkapnya. (Adv)

%d blogger menyukai ini: