7 Oktober 1943 Jepang Mengeksekusi Mati Puluhan Tentara AS

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 6 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Dalam rangkaian pertempuran Perang Dunia II antara kubu Sekutu dan Poros, terjadi sejumlah eksekusi mati terhadap satu sama lain. Salah satu peristiwa eksekusi terjadi pada 7 Oktober 1943, tepat 76 tahun silam.

Kala itu, Jepang mengeksekusi mati 96 tentara Amerika Serikat yang tertangkap dalam peperangan. Jepang di bawah komando Laksamana Muda Shigematsu Sakaibara memutuskan hukuman tersebut karena tentara AS yang saat itu menjadi tawanan diketahui mencoba melakukan kontak dengan militer AS.

Seperti dikutip dari Liputan6.com (04/11/2019), eksekusi mati dilakukan dengan cara menembak tentara dengan mata ditutup. Ini menjadi salah satu bagian paling brutal dan tragis dalam rangkain Perang Dunia II.

Akhir Desember 1941, Jepang memperkuat pasukan di sejumlah wilayah kawasan Samudera Pasifik, terutama di Pulau Wake yang terletak terletak di sebelah barat Hawaii. Pulau ini menjadi tempat Jepang melakukan kerja paksa terhadap tentara AS dan sebagai lokasi eksekusi mati.

Pada 1941, kekuatan Jepang saat itu sangat besar. Jepang menggempur AS di pangkalan militer kawasan Samudera Pasifik, termasuk berhasil menguasai Pulau Wake, dan menahan 96 tentara yang kemudian dieksekusi mati.

Menanggapi hal ini, AS beberapa kali mencoba melakukan pengeboman di sekitar pulau yang dikuasai Jepang tersebut. Namun hasilnya tak signifikan. AS juga tidak melakukan invasi darat ke pulau tersebut.

Serangan Pearl Harbour

Sebelumnya Jepang pernah menggempur Pangkalan Militer AS Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Serangan inilah yang memicu keterlibatan Amerika Serikat secara langsung di dalam Perang Dunia II. Peal Harbour diserang setidaknya 353 pesawat tempur, pesawat pembom, dan pesawat torpedo dari AL Jepang, dalam 2 gelombang serangan, yang diberangkatkan dari 6 kapal induk AL Jepang.

Tercatat 8 kapal tempur (battleship) AS mengalami kerusakan parah, yang 4 di antaranya karam (tenggelam). Seluruh kapal tempur tersebut, selain USS Arizona, di kemudian hari dapat diangkat dan diperbaiki, dan 6 di antaranya dapat berdinas kembali dan diturunkan di sejumlah pertempuran dalam Perang Dunia II. Jepang juga menenggelamkan atau merusak 3 kapal penjelajah, 3 kapal perusak, 1 kapal latih anti pesawat udara, dan 1 kapal penyebar ranjau.

Serangan ini juga mengakibatkan 188 pesawat terbang Amerika Serikat rusak atau hancur, serta mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2.403 korban meninggal dan 1.178 korban luka.

Perang Dunia II pada akhirnya dimenangkan AS dan Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada 6 Agustus 1945. Jepang kemudian menyerah tanpa syarat. (Uli)

INDOLINEAR.TV