60 Musisi Jalanan Dinyatakan Lolos Audisi Kartu Bebas Ngamen

tribunnewscom/indolinear.com
Selasa, 29 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Sebanyak 60 orang musisi jalanan dari 150 lebih pengamen jalanan atau musisi jalanan se-Jabodetabek, yang mengikuti program audisi Kartu Bebas Ngamen atau Support Performer Card (Supercard) Jabodetabek II oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini di Markas Institut Musik Jalanan (IMJ), Beji, Depok, mulai 21 Agustus sampai 25 Agustus lalu dinyatakan lolos audisi.

Artinya ke 60 musisi jalanan tersebut berhak mendapat Supercard atau Kartu Bebas Ngamen, dimana mereka akan ditempatkan mengamen di tempat yang layak yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seperti mal, cafe, restoran, tempatr destinasi wisata kuliner dan ruang publik lainnya yang lebih layak.

“Dari hasil penilaian tim panitia IMJ dan Kemendikbud, dari 150 musisi jalanan lebih yang menjalani audisi, 60 musisi jalanan kami nyatakan lolos audisi,” kata Pendiri IMJ, Andi Malewa selaku penggagas dan penginisiasi program Supercard ini, Senin (28/8/2017).

Program Audisi Supercard Jabodetabek II ini merupakan program kelanjutan yang diselenggaran Kemendikbud.

Nantinya musisi jalanan yang lolos audisi Supercard dan mendapat kartu bebas ngamen akan ditempatkan mengamen di tempat yang lebih layak yang disediakan Kemendikbud di Jabodetabek.

Mulai dari mal, cafe, restoran, hotel, tempat wisata atau lokasi kuliner di Jabodetabek. Sehingga mereka tak kembali lagi ke jalanan.

Karenanya sangat wajar gelaran ini, menarik minat para musisi jalanan, khususnya mereka yang cukup yakin dengan kemampuan bermusik mereka.

Andi menuturkan tercatat jumlah musisi jalanan yang menjalani tahapan audisi Supercard Jabodetabek II ini lebih dari 150 orang.

“Tembus 150 orang musisi jalanan yang sudah menjalani audisi,” kata Andi.

Mereka sudah menjalani tahapan audisi mulai dari penampilan seorang diri hingga penampilan dalam tim atau band

“Cukup banyak musisi jalanan yang berkelas dan sangat baik kemampuan bermusiknya,” kata Andi.

Menurutnya pihaknya bersama tim Kemendikbud tidak membatasi jumlah musisi jalanan yang lolos audisi. Jika para musisi jalanan dianggap kemampuan musiknya mumpuni, pasti dinyatakan lolos.

Audisi digelar di Markas Institut Musik Jalanan (IMJ) di ujung Fly Over Arif Rahman Hakim di Jalan Baru PJKA, Kemiri Muka, Beji Depok.

Audisi dilakukan mirip ajang pencarian bakat bermusik, dimana para pengamen harus menunjukkan kemampuan musikalitasnya di hadapan dewan juri.

Supercard Jabodetabek II ini merupakan program berkelanjutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial yakni para pengamen jalanan.

Program digagas oleh IMJ, sehingga pelaksanaannya juga dilakukan Kemendikbud bersama IMJ, yang merupakan komunitas pengamen jalanan di Depok.

Gelaran kali ini adalah yang kedua, dimana yang pertama pada Mei lalu, ada 50 pengamen se Jabodetabek, yang lolos audisi dari ratusan pengamen yang mendaftar.

Ke 50 pengamen ini, sudah bermain musik secara reguler di sejumlah mal, resto, cafe di Jabodetabek yang disediakan Kemendikbud dan diharapkan tidak kembali ke jalanan.

Andi yakin program ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial terutama musisi jalanan di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi Kemendikbud yang menjadikan ide kami program mereka,” katanya.

Bahkan kata Andi, nantinya Kemendikbud akan menerapkan progran ini tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga secara nasional di wilayah lain di Indonesia. (Gie)