6 April 1917 AS Resmi Memulai Perang Dunia Pertama

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 5 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Dua hari setelah Senat AS memberikan suara 82 banding 6 untuk menyatakan perang melawan Jerman, Dewan Perwakilan Rakyat AS mendukung deklarasi tersebut dengan suara 373 banding 50, dan Amerika secara resmi memasuki Perang Dunia I.

Dilansir dari Liputan6.com (03/05/2022), ketika Perang Dunia I meletus pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson menjanjikan netralitas untuk Amerika Serikat, posisi yang disukai sebagian besar orang Amerika.

Inggris, bagaimanapun, adalah salah satu mitra dagang terdekat Amerika, dan ketegangan segera muncul antara Amerika Serikat dan Jerman atas upaya karantina yang terakhir dari Kepulauan Inggris.

Beberapa kapal AS yang melakukan perjalanan ke Inggris dirusak atau ditenggelamkan oleh ranjau Jerman, dan pada Februari 1915 Jerman mengumumkan perang tanpa batas terhadap semua kapal, netral atau tidak, yang memasuki zona perang di sekitar Inggris.

Satu bulan kemudian, Jerman mengumumkan bahwa sebuah kapal penjelajah Jerman telah menenggelamkan William P. Frye, sebuah kapal pribadi Amerika.

Presiden Wilson sangat marah, tetapi pemerintah Jerman meminta maaf dan menyebut serangan itu sebagai kesalahan yang disayangkan.

Pada 7 Mei, kapal laut Lusitania milik Inggris ditorpedo tanpa peringatan di lepas pantai Irlandia. Dari 1.959 penumpang, 1.198 tewas, termasuk 128 orang Amerika.

Pemerintah Jerman menyatakan bahwa Lusitania membawa amunisi, tetapi AS menuntut reparasi dan diakhirinya serangan Jerman terhadap kapal penumpang dan kapal dagang yang tidak bersenjata.

Pada bulan Agustus, Jerman berjanji untuk menjaga keselamatan penumpang sebelum menenggelamkan kapal yang tidak bersenjata, tetapi pada bulan November menenggelamkan sebuah kapal Italia tanpa peringatan, menewaskan 272 orang, termasuk 27 orang Amerika. Dengan serangan ini, opini publik di Amerika Serikat mulai berbalik melawan Jerman.

Pada tahun 1917, Jerman, bertekad untuk memenangkan perang gesekan melawan Sekutu, mengumumkan dimulainya kembali perang tak terbatas di perairan zona perang.

Tiga hari kemudian, Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik dengan Jerman, dan hanya beberapa jam setelah itu kapal Amerika Housatonic ditenggelamkan oleh U-boat Jerman.

Pada 22 Februari, Kongres meloloskan RUU alokasi senjata senilai $250 juta yang dimaksudkan untuk membuat Amerika Serikat siap berperang.

Pada akhir Maret, Jerman menenggelamkan empat kapal dagang AS lagi, dan pada 2 April Presiden Wilson muncul di hadapan Kongres dan menyerukan deklarasi perang melawan Jerman. Empat hari kemudian, permintaannya dikabulkan.

Pada tanggal 26 Juni, 14.000 tentara infanteri AS pertama mendarat di Prancis untuk memulai pelatihan tempur.

Setelah empat tahun kebuntuan berdarah di sepanjang front barat, masuknya pasukan Amerika yang disuplai dengan baik ke dalam konflik menandai titik balik utama dalam perang dan membantu Sekutu meraih kemenangan.

Ketika perang akhirnya berakhir, pada 11 November 1918, lebih dari dua juta tentara Amerika telah bertugas di medan perang Eropa Barat, dan sekitar 50.000 di antaranya telah kehilangan nyawa. (Uli)