50 Ruas Jalan Rusak di Kota Tangerang Sudah Diperbaiki

FOTO : Dokumentasi Dinas PUPR Kota Tangerang for Indolinear.com

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pada awal 2020 lalu, sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang rusak akibat musim hujan serta sering dilintasi kendaraan bertonase besar. Kerusakan pun bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

Pemerintah daerah setempat tidak lantas tutup mata. Kerusakan prasarana itu langsung ditangani melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang. Alhasil, sebanyak 50 ruas jalan rusak sudah diperbaiki pada Maret 2020.

“Di bulan Maret saja tidak kurang dari 50 ruas jalan yang kita tangani perbaikannya. Pemeliharaan jalan terus kita lakukan, tim selalu memonitor tiap hari di lapangan,” kata Sekretaris Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni, Senin (6/4/2020).

Dia menyebut, proses pemeliharaan jalan tidak semua sama. Di mana, ada yang bersifat permanen dan ada juga yang bersifat sementara. Hal tersebut lantaran sejak Januari 2020 hingga saat ini merupakan musim hujan.

“Misalnya jalan aspal, disebut penanggulangan permanen kalau dirapikan dengan aspal. Yang enggak permanen itu seperti jalan aspal yang rusak di musim hujan dan kita tutup pakai paving block untuk sementara, tetapi kalau sudah enggak musim hujan akan dibongkar untuk diganti dengan aspal,” jelas Taufik.

Adapun ruas Jalan Juanda dan Jalan Garuda, memang belum diperbaiki. Pasalnya, kedua ruas jalan itu termasuk kategori rusak berat, sehingga tidak memungkinkan jika hanya dilakukan pemeliharaan saja.

“Itu harus dibongkar, diperbaiki secara permanen, dan butuh biaya yang besar,” ucap dia.

Taufik mengatakan, Jalan Juanda dan Jalan Garuda belakangan ini sering dilintasi kendaraan bertonase besar untuk kepentingan beberapa proyek strategis nasional dan pengembangan kawasan di wilayah utara Tangerang. Sehingga, Pemerintah Kota Tangerang harus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kementerian PUPR, lanjut dia, sudah merespons surat dari Pemerintah Kota Tangerang. Guna membahas persoalan itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menggelar rapat bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, PT Jasamarga Kunciran – Cengkareng (JKC), dan Badan Usaha Jalan Tol, pada 11 Maret 2020.

Dinas PUPR Kota Tangerang pun diminta untuk melakukan survei bersama atau joint survey. “Nah, setelah joint survey itu muncul kasus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Jadi, prosesnya sampai saat ini kita belum rapat lagi bersama Kementerian PUPR,” tutur Taufik.

Untuk diketahui, status ruas jalan di Kota Tangerang terdiri dari tiga, yakni ruas jalan nasional, ruas jalan provinsi, dan ruas jalan kota. Sehingga, kewenangan pengelolaan pun terbagi, baik pembangunan, peningkatan, maupun pemeliharaan.

Jalan nasional terdiri dari 5 ruas dan jalan provinsi sebanyak 6 ruas. Sementara itu, kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang adalah 251 ruas jalan protokol 3.907 ruas jalan lingkungan.

Taufik menegaskan, meskipun saat ini merupakan tanggap darurat bencana Covid-19, namun proses pemetaan dan pemeliharaan jalan di Kota Tangerang tetap dilakukan. Kendati demikian, Dinas PUPR Kota Tangerang patuh pada protokol kesehatan.

“Monitoring terus kita lakukan tanpa mengabaikan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19, seperti memakai masker, sering cuci tangan, dan social distancing,” pungkas dia.(ADV)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya