5 September 1698 Rusia Mengenakan Pajak Jenggot Kepada Para Pria

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 7 September 2020
loading...

Indolinear.com, Rusia – Penguasa Rusia Peter I atau Peter yang Agung pada 5 September 1698 mengenakan pajak jenggot kepada para pria di negaranya.

Dalam sejarah, Peter I bukan penguasa pertama yang memberlakukan pajak karena Henry VII dari Inggris juga pernah melakukannya.

Sebelum mengenakan pajak jenggot, Peter I menjelajahi Eropa dan mempelajari kesuksesan bangsa-bangsa Eropa lain.

Peter I kemudian melakukan pembaratan dan reformasi besar-besaran di negaranya dalam berbagai bidang.

Salah satu cara yang digunakannya untuk membuat rakyatnya terlihat “modern” layaknya penduduk Eropa Barat adalah pajak jenggot.

Selain itu, dengan pajak ini negara akan mendapat pemasukan dari para pria yang menolak jenggotnya dicukur, dilansir dari Tribunnews.com (05/09/2020).

Peter I dan keterbelakangan Rusia

Sebelum diperintah oleh Peter I (1682-1725), Rusia tidak terlalu terhubung dengan Eropa.

Kekaisaran itu juga tidak memliki angkatan laut besar yang bisa menegaskan kedaultannya di perbatasan lautnya.

Bahkan, saat itu Russia dapat dikatakan lebih terbelakang dari tetangganya di Eropa Barat.

Padahal, negara-negara Eropa Barat sudah menjelajahi dan mengkoloni banyak tempat di seluruh dunia.

Rusia baru memulai reformasi besar-besaran ketika Peter I berkuasa.

Peter I lahir pada 9 Juni 1672 sebagai putra Tsar Alexis dan istri keduanya.

Berbeda dari putra pertama ayahnya dari istri keduanya, Peter adalah anak yang sehat, bersemangat, dan penuh keingintahuan.

Peter mulai berkuasa pada 7 Mei 1682 bersama saudaranya yang lebih tua, Ivan V.

Saat itu tidak memiliki akses ke Laut hitam, Laut Kaspia, atau Laut Baltik.

Oleh karena itu tujuan kebijakan luar negeri Peter yang utama adalah membuka akses tersebut.

Rusia kemudian melakukan kampanye militer pada tahun 1695-1696 untuk mendapatkan akses ke Laut Azov dan Laut Hitam.

Menjelajahi Eropa dan melakukan reformasi

Karena merasa kebudayaan, teknologi, dan politik negaranya tertinggal, Peter pergi ke Eropa Barat pada tahun 1697 untuk mempelajari kesuksesan negara-negara di wilayah itu.

Di sana, dia pergi ke Universitas Oxford, British Royal Mint, sekolah, museum, dan bengkel perkapalan angkatan laut Belanda.

Peter pergi Eropa tidak dengan identitas asli, tetapi menyamar sebagai seorang sersan.

Dia bahkan pernah bekerja empat bulan di galangan kapal VOC dan mempelajari teknik perkapalan.

Ketika kembali ke Rusia, Peter sangat berambisi memodernisasi negaranya agar dapat bersaing dengan kekuatan Eropa lainnya.

Peter merevisi kalender Rusia, mengubah sistem penulisan, dan memodernisasi militernya.

Pajak jenggot

Peter merasa sekadar meniru militer Barat saja tidak cukup.

Agar bisa bertransformasi sepenuhnya, dia juga berusaha meniru mode atau gaya pria Eropa Barat.

Suatu ketika, dia mencukur jenggotnya di depan banyak orang dan membuat mereka kaget.

Wajah tanpa jenggot sangat populer di Eropa Barat dan Peter meminta rakyatnya mencukur jenggotnya (keculi para agamawan dan petani) pada 5 September 1698.

Bahkan Peter, meminta polisi untuk mencukur paksa para pria yang menolaknya.

Namun, kebijakan ini tidak disukai oleh Gereja Ortodoks Rusia.

Peter kemudian melunak dan sebagai gantinya dia mengenakan “pajak jenggot” kepada mereka yang ingin tetap memelihara jenggot.

Mereka yang telah membayar pajak akan menerima koin tembaga kecil yang bertuliskan “pajak telah dibayar”.

Pajak jenggot tetap berlaku hingga tahun 1772, 47 tahun setelah Peter mangkat. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: