400 Pelayat Hadiri Pemakaman Sang Legendaris Frank Sinatra

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 19 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Los Angeles – Frank Sinatra terkenal memiliki suara, kepribadian, dan penampilannya yang bisa menyampaikan emosi dengan  sangat tulus.

Selama karir yang membuatnya berubah dari idola remaja menjadi playboy paruh baya, kepribadian dan penampilan Sinatra jelas merupakan faktor utama dalam kesuksesannya, tetapi mereka tidak pernah bisa sepenuhnya menutupi suaranya — sebuah instrumen yang dapat menyampaikan emosi yang sangat dalam dengan tulus, cara bersahaja.

Dikutip dari Liputan6.com (17/06/2021), Bob Dylan — rekannya sesama musisi — mengatakan pada 20 Mei 1998, hari Sinatra dimakamkan, “Ia ada di sana dengan kebenaran dalam suaranya.”

“Musiknya berpengaruh pada saya, entah saya menyadarinya atau tidak. Ia adalah salah satu dari sedikit penyanyi yang bernyanyi dengan tulus. Ini adalah hari yang menyedihkan.”

Meninggal karena Serangan Jantung

Frank Sinatra meninggal karena serangan jantung pada 14 Mei 1998. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 82 tahun, dengan keluarga dekat di sisinya di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles.

Sekitar 400 pelayat menghadiri pemakaman tertutup di Roman Catholic Church of the Good Shepherd di Beverly Hills. Sementara ribuan orang lainnya berjejer di jalanan luar gereja tersebut.

Seorang bartender dari Chasen’s — tempat nongkrong favorit Sinatra di Hollywood — mengatakan bahwa proses pemakaman penuh dengan tawa dan banyak cinta.

“Saya tidak akan mengatakan itu adalah pemakaman. Semua temannya berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal,” katanya kepada reporter Associated Press usai pemakaman.

Dalam situs yang disponsori keluarga Sinatra beberapa hari setelah pemakamannya, putri Sinatra, Nancy, memposting sebuah kutipan surat dari ayahnya. Berisi eulogi yang disebut Ol ‘Blue Eyes by Ol’ Blue Eyes. (Uli)