4 November 2016 Perjanjian Paris Terkait Perubahan Iklim Mulai Diberlakukan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 5 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Paris – Pada tanggal 4 November 2016, Perjanjian Paris Mulai berlaku.

Dilansir dari Liputan6.com (03/12/2021), Perjanjian Iklim Paris adalah Sebuah perjanjian internasional yang bertujuan untuk menjaga suhu rata-rata global agar tidak naik lebih dari 2 derajat Celcius di tingkat pra-industri dengan mengurangi emisi karbon secara dramatis.

Negara-negara pulau kecil sangat vokal dan bersikeras pada target suhu global naik 1,5 derajat, karena mereka adalah yang paling beresiko terhadap perubahan permukaan laut.

Sementara itu, beberapa orang merasa tujuan ini terlalu tinggi. Pasalnya, suhu global pada tahun 2016 sudah mencapai 1,3 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Banyak yang berpendapat bahwa kesepakatan tersebut tidak berjalan cukup jauh dan dengan mengizinkan setiap negara menentukan targetnya sendiri membuat kesepakatannya lemah.

Meski demikian, kesepakatan ini jadi bersejarah ketika penghasil emisi terbesar di dunia – China, Amerika Serikat, Wilayah Ekonomi Eropa, dan India – semua sepakat untuk menetapkan tujuan baru untuk emisi yang lebih rendah.

Setelah Uni Eropa mengesahkan perjanjian pada 5 Oktober, Perjanjian Iklim Paris mengait cukup banyak tanda tangan untuk mulai diberlakukan pada 4 November.

AS Sempat Keluar dan Bergabung Kembali

Orang-orang di seluruh dunia menyambut Perjanjian tersebut sebagai kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi lingkungan, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin yang menandatanganinya.

Di Amerika Serikat, bagaimanapun, kemenangan Presiden Barack Obama ternyata berumur pendek. Lima hari setelah perjanjian tersebut berlaku, Donald Trump memenangkan pemilihan untuk menggantikan Obama.

Kurang dari setahun kemudian, yakni pada 1 Juni 2017, Trump secara resmi mengumumkan berakhirnya partisipasi AS dalam Perjanjian Paris.

Namun, Presiden Joe Biden yang kemudian menggantikan Trump kembali menandatangani perintah eksekutif untuk memasuki pakat itu pada 20 Januari 2021, hari pertamanya menjabat.

AS secara resmi bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris pada 19 Februari 2021. (Uli)