39 Tahun, Allen Law Sukses Jadi Orang Terkaya Hong Kong

FOTO: detik.com/indolinear.com
Rabu, 17 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pengusaha hotel ternama di Hong Kong, Allen Law merupakan salah satu orang terkaya di Hong Kong. Sebelum menjadi seperti sekarang, pria berusia 39 tahun ini melewati banyak hal.

Saat berusia 24 tahun, Allen baru saja menyelesaikan gelar sarjana dalam bidang matematika dan manajemen di King’s College, London. Seketika ayahnya menelepon dan memintanya pulang ke Hong Kong untuk menjalankan bisnis hotel yang baru saja dibeli.

Allen kembali ke kampung halamannya di Hong Kong hanya dengan satu koper. Awalnya ia menolak permintaan sang ayah, namun ia melihat bisnis ayahnya itu sudah berada di level loyo, dilansir dari Detik.com (15/02/2021)

Allen berjuang membesarkan hotel bisnis ayahnya di tengah krisis SAR pada tahun 2003. Selain itu Kar Po mengambil Park Hotel, satu hotel 16 lantai dihargai murah US$ 67 juta atau setara dengan Rp 938 miliar (kurs Rp 14.000).

Namun ia membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit dari masa-masa kelam. Pendapatan dari bisnis hotelnya pun terus meningkat tajam.

Tahun 2017 pendapatan kotor hotel grup mendekati US$ 135 juta atau Rp 1,890 miliar, hampir 17% lebih tinggi dari tahun 2016. Itulah yang membuatnya berada di urutan 18 di daftar Forbes Asia dari 50 orang kaya di Hong Kong pada tahun 2018.

Tiga hotel yang tersebar di beberapa kota telah berhasil dikelola. Adapun dua di Singapura (Park Hotel Farrer Park dan Destination Singapore Beach Road), dan resor mewah di Maldives, Grand Park Kodhipparu yang mana grup ini memegang 30% saham.

Setelah memulai bisnis hotel lewat Park Hotel Group, kinerja bisnis Allen Law terus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat hanya dalam waktu 16 bulan, Park Hotel memiliki tiga proyek di Singapura.

Pada tahun 2005, Allen memindahkan kantor pusat Park Hotel dari Hong Kong ke Singapura. Perpindahan itu dipercaya akan memiliki potensi lebih besar untuk ekspansi daripada di Hong Kong.

Untuk terus mempertahankan bisnisnya, Allen memperkerjakan staf yang berkualitas. Sebagai seorang pemimpin ia rutin menemui stafnya yang ada di seluruh wilayah untuk membangun kedekatan dengan staf, dan pelanggan.

Adapun gaya kepemimpinannya, dia sangat menekankan para stafnya untuk menghindari tindakan korupsi. Mantan jurusan matematika ini menyebut dirinya “sangat teliti” dan rentan terhadap manajemen mikro.

Sepertinya Allen sangat menikmati pekerjaannya. Dia menyebut Park Hotel ‘sangat sehat’ dengan cadangan uang untuk digunakan. Namun begitu, ia dan ayahnya akan tetap berhati-hati saat mereka mencari permainan properti berikutnya.

Kini, posisi Allen Law sebagai Chief Executive di Park Hotel Group. Dia dan grup tersebut berbasis di Singapura. Meskipun orangtua Allen ingin anaknya pulang kampung ke Hong Kong, rupanya Allen berkeinginan untuk tetap tinggal di Singapura. Alasannya, ada satu orang istri dan dua anaknya yang tinggal di sana.

Tidak puas hanya di Singapura dan Hong Kong, Allen ingin terus mengembangkan bisnis hotelnya lebih luas lagi. Dia ingin mengelola dan membeli lebih banyak hotel di seluruh wilayah, termasuk kota-kota seperti di Jepang dan Australia.

Allen memiliki prinsip dalam hidup untuk berani bermimpi besar. Ia selalu teringat akan perkataan kakeknya, Law Ting-pong sesaat sebelum kematiannya pada tahun 1996.

“Dia mengatakan kepada saya, ‘Lakukan apa pun yang diinginkan hatimu. Apa pun yang kamu lakukan, bermimpilah dengan besar,'” kenang Allen. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: