39 Organisasi Wanita Hadiri Pembinaan GOW Tangsel

FOTO: sopy/indolinear.com
Sabtu, 16 Februari 2019

Indolinear.com – Pembinaan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangsel, dihadiri 90 peserta dari 39 organisasi wanita yang digelar di Telaga Seafood, Serpong Utara, Tangsel pada Jumat 15 Februari 2019. GOW diminta untuk dapat menjadi organisasi berkembang.

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangsel Khairati dan Kasi Kualitas Hidup Perempuan pada DPMP3AKB Tangsel Mercy Apriyanti dan ketua GOW Tangsel, Fathiyah serta para perwakilan dari 39 organisasi wanita se Tangsel.

Ketua GOW Tangsel, Fathiyah menyampaikan bahwa dalam acara pembinaan menyungguhkan banyak pemateri yang semuanya saling melengkapi dengan harapan GOW Tangsel kedepan lebih berkembang dan mampu memberikan pengetahun di masyarakat. Misalnya saja soal GOW dalam menyongsong masa depan, GOW yang bermartabat di mata keluarga dan masyarakat, serta pembinaan kapasitas organisasi yang berbudaya dan meningkatkan kapasitas.

“Misinya ada tiga yang penting pertama pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDART), dan mendorong serta meningkatkan pengurus GOW. Termasuk upaya untuk mengajak peran perempuan dalam menduduki lembaga eksekutif dan legislatif kendati sekarang telah banyak peran perempuan yang berkiparah di dunia politik dan pemerintah,” katanya.

Demikian disampaikan oleh Dewan Kehormatan, Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Ratu Dian Hatifah bahwa perempuan pada umumnya harus memiliki kecerdasan politik, Kecerdasan sosial dan psikologis. Dari kecerdasan tiga itu perempuan mampu memetakan atau menstrategikan usulan program yang bisa disinergikan dengan organisasi yang terhimpun di dalamnya.

“Karena dalam sebuah organisasi itu ada keinginan, kemauan dan hobi dan kemampuan orang berbeda-beda. Selain itu organisasi ini untuk memperkuat jejaring agar kehadiran sumber daya perempuan ini teratasi dengan baik misalnya dengan cara apa yang diinginkan mayarakat, diinginkan oleh pemerintah, dan pengurus. Tentu ini menjadi satu kekuatan yang disinergikan dengan keadaan kekinian,” katanya.

Lanjut ia, bahwa secara keseluruhan semua organisasi yang ada di Indonesia punya hobi yang sama. Punya keinginan yang sama sehingga tidak muncul ide-ide yang baru. Padahal generasi kita ini sudah memasuki empat generasi, generasi yang lahir pada usia 50-60 tahun, karena biasanya orang-orang ini berpikir masih kolot, masih menjaga aqidah, menjaga akhlak, dan tidak mau dikritik. Lalu program apa yang diangkat oleh teman-teman yang usianya segitu. Biasanya usia segitu usia pensiun bagaimana memikirkan akhirat, bagaimana mengisi kehidupan dengan hal-hal positif.

“Kita angkat maka bikin program. Yang suasananya kebatinan, spiritual melindungi anak dan keluarga. Itu akan lebih fokus. Kemudian generasi milenial hari ini mereka tidak ingin dengar apa yang dilakukan jaman dulu. Maunya instan tapi tidak didukung dengan kemampuan motoriknya. Motorik afektif kurang ketika teknologi merangsek kegenerasi milenial. Bahkan generasi Alfa yang sekarang itu agak sulit karena sistim pendidikan juga mempengaruhi oleh karena oragniasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman,” paparnya.

Kasi Kualitas Hidup Perempuan DPMP3AKB Tangsel Mercy Apriyanti menyampaikan kegiatan ini pembinaan GOW. Gow ini maksud dibentuknya untuk menjadi kordinator dari organisasi-organisasi yang ada. Saat ini yang sudah terdaftar sebanyak 39 organisasi perempuan. Kendati masih banyak organisasi lainya yang mungkin belum bergabung.

“Maka dari itu dari 39 organisasi ini perlu penguatan kelembagaan. Untuk itu kita berikan pembinaan bagaimana menjadi organisasi bermartabat, serta bagaimana satu organisasi membina anggotanya. Karena organsisasi harus punya tujuan, jangan ingin melakukan kegiatan tapi tidak fokus. Sebaiknya oraganisasi punya tujuan khusus,” pungkasnya.(Sopy)