38 Rumah Sakit Di Bekasi Yang Menggratiskan Biaya Pasien Covid-19

FOTO: ayobandung.com/indolinear.com
Minggu, 30 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Melalui surat edaran Wali Kota Bekasi Nomor 440/5081/DINKES, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyebutkan biaya pengobatan pasien Covid-19 digratiskan dan ditanggung negara.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada para Direktur Rumah Sakit termasuk rumah sakit yang bekerja sama dengan program Layanan Kesehatan Masyarakat (LKM) Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Bekasi Tahun 2020.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan biaya pengobatan itu ditanggung pemerintah pusat dan Pemkot Bekasi.

“Semua rumah sakit tidak diperkenankan membebankan biaya pelayanan kesehatan pasien Covid-19. Semua biaya itu ditanggung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dilansir dari Ayobandung.com (29/08/2020).

Sementara itu, untuk pasien terdiagnosis COVID-19 dengan co-insidens maka pembiayaan dibebankan kepada asuransi kesehatan yang dimiliki pasien tersebut.

Rahmat mengatakan, panduan aturan ini dibuat agar rumah sakit swasta dapat melayani secara baik pasien COVID-19 sekaligus pasien mendapat informasi jelas terkait biaya perawatan yang sudah ditanggung pemerintah.

Ribuan Buruh di Bekasi Terancam Tak Dapat Bantuan Rp 600 Ribu

“Karena memang dari awal pemerintah bertanggung jawab penuh dengan adanya wabah ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, klaim penggantian biaya perawatan pasien COVID-19 dapat dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan melalui posel Kementerian Kesehatan pembayaranklaimcovid2020@gmail.com dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi melalui posel daftarpasiencovidbekasi@gmail.com.

“Rumah sakit tidak diperkenankan membebankan biaya pelayanan kesehatan kepada pasien, bagi rumah sakit yang telah menerima biaya pelayanan kesehatan dari pasien terdiagnosis COVID-19 agar mengembalikan biaya perawatan tersebut dalam waktu secepatnya,” katanya.

Tanti menyatakan, pasien terdiagnosis COVID-19 dengan co-insidens maka pembiayaan dibebankan kepada asuransi kesehatan yang dimiliki pasien tersebut sementara klaim pasien yang tidak dibayarkan Kementerian Kesehatan menjadi tanggungan program LKM NIK Kota Bekasi dengan menyertakan bukti penolakan klaim.

Kemudian pasien terduga COVID-19 tetapi belum terkonfirmasi melalui pemeriksaan tes cepat dan tes usap maka mengacu pada diagnosis utama dengan menyertakan surat pertanggungjawaban mutlak bahwa pasien tersebut tidak ditagihkan kepada Kementerian Kesehatan.

Berikut daftar rumah sakit yang bekerja sama dengan Kota Bekasi dalam LKM NIK 2020,

RSU Awal Bros Bekasi Timur

Ananda

Awal Bros

Hermina Bekasi

Mitra Keluarga Bekasi Barat

Mitra Keluarga Bekasi Timur

Permata Cibubur

Siloam Sepanjang Jaya

RS Ibu dan Anak Kurnia Kasih

RS Ibu dan Anak Selasih Medika

Siloam Bekasi Timur

Anna

Anna Medika

Bella

Bhakti Kartini

Budi Lestari

Citra Harapan

Graha Juanda

Hermina Galaxy

Juwita

Kartika Husada

Masmitra

Mekarsari Bekasi

Mitra Keluarga Cibubur

RSU Rawalumbu

Satria Medika

Sentosa

St. Elizabeth

Helsa Jatirahayu

Mitra Pratama Jatiasih

Awal Bros Utara

Mustika Medika Bekasi

Seto Hasbadi

DAT Cikunir

Jati Sampurna

Karya Medika Bantar Gebang

Taman Harapan Baru

RSU Permata Bekasi

Pemerintah juga menanggung biaya pemulasaraan jenazah yang meninggal di rumah selama masa pandemi COVID-19 dan menanggung biaya selisih dari fasilitas pemulasaraan yang disediakan Pemerintah Kota Bekasi (kafan, ambulan jenazah rumah sakit). (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: