31 Agustus 1997 Kata-kata Terakhir Putri Diana Menjelang Ajal

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 2 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Paris – Seorang kepala pemadam kebakaran membeberkan kata-kata terakhir Putri Diana saat kecelakaan mobil fatal yang dialaminya terjadi pada 31 Agustus 1997.

Kepala pemadam kebakaran yang merupakan salah satu orang pertama yang membantu Putri Diana telah angkat bicara tentang bagaimana sang Putri menoleh padanya dan bertanya, “Ya Tuhan, apa yang terjadi?”

Melansir dari Liputan6.com (30/09/2021), Sersan Xavier Gourmelon mengatakan pada Daily Mail bahwa ketika tiba dilokasi kecelakaan yang menghancurkan pada Agustus 1997, Putri Diana masih dapat bergerak dan berbicara.

“Ia berbicara dalam bahasa Inggris dan berkata ‘Ya Tuhan, apa yang terjadi?’ Saya masih bisa mengingat itu, jadi saya mencoba menenangkannya. Saya memegang tangannya,” ujar Xavier Gourmelon, yang memberi pernyataan pada polisi, namun belum pernah berbicara pada pers.

Kecelakaan di terowongan yang diperkirakan sekitar 65 mph langsung membunuh pengemudi, Henri Paul, dan pacar baru Putri Diana, Dodi Fayed.

Bagaimanapun, Putri Diana secara fisik tampak baik-baik saja, selain luka di bahunya, kenang Xavier, yang bahkan tidak tahu bahwa ia sedang mencoba menyelamatkan seorang putri.

Setelah Xaview membantu Putri Diana ke ambulans, ia baru mnegetahui Diana seorang putri dari seorang kapten di tempat kejadian.

“Ia memberi tahu saya siapa dia (Putri Diana) dan kemudian, ya, saya mengenalinya, tetapi pada saat itu saya tidak mengenalinya,” ujar Xavier.

Hal serupa dialami oleh Frederic Mailliez, seorang dokter yang sedang tidak bertugas yang menemukan lokasi kecelakaan saat perjalanan pulang dari pesta.

Ia melihat 2 (korban) yang tampaknya sudah meninggal dan 2 lainnya – termasuk pengawal Diana – terluka parah tetapi masih hidup.

Frederic Mailliez pertama kali membantu putri Diana yang sedang duduk di lantai di baris belakang mobil Mercedes.

“Saya menemukan bahwa ia adalah perempuan paling cantik dan tidak memiliki luka (yang serius) di wajahnya. Ia tidak berdarah (saat itu) tetapi ia hampir tak sadarkan diri dan mengalami kesulitan bernapas,” kenang Frederic.

“Jadi, saya mulai berbicara dalam bahasa Inggris dengannya, mengatakan bahwa saya adalah seorang dokter dan ambulans sedang dalam perjalanan dan semuanya akan baik-baik saja,” ujarnya.

Frederic segera pergi setelah pekerja darurat mengambil alih.

“Dan saya meninggalkan tempat kejadian tanpa mengetahui siapa yang saya rawat,” ujarnya.

Berita Duka yang Terburuk

Berita bahwa itu adalah Diana sangat mengejutkan. Pendeta Rumah Sakit, Pastor Yves-Marie Clochard-Bossuet, berulang kali menutup telepon ketika diminta untuk hadir, mengira bahwa hal tersebut hanya lelucon.

Bagaimanapun, ia tetap bergegas, mengenang melihatnya sang putri setelah ditutupi selembar kain dan dinyatakan meninggal.

“Saya melihatnya untuk pertama kali disana,” ujarnya.

“Ia benar-benar utuh, tidak ada bekas atau noda, atau riasan. Benar-benar alami. Ia adalah perempuan yangs angat cantik dan seperti.. Anda hampir bisa berbicara dengannya,” kata Pastor.

Ia langsung memikrikan 2 putra Diana yang masih kecil, Pangeran Harry dan William, katanya.

“Mereka harus membangunkan mereka (putra-putra Diana) dan memberi tahu mereka ‘ini sudah berakhir’ ini adalah hal terburuk,” kenangnya. (Uli)