30 Tahun Amnesia, Ingatan Pria Pulih Setelah Nonton Berita Covid-19.

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 13 Juli 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, China – Seorang pria di China mengalami sebuah keajaiban setelah menyaksikan berita tentang virus corona di televisi.

Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan di kota itu kehilangan ingatan sejak tahun 1990 akibat cedera otak.

Dia tidak bisa mengingat kampung halamannya sama sekali. Sehingga pria itu terjebak di kota tempatnya bekerja selama ini.

Namun, baru-baru ini dia bisa mengingat kampung halamannya saat menonton laporan berita tentang wabah virus corona, dilansir dari Dream.co.id (11/07/2020).

Mengalami Kecelakaan Hingga Amnesia

Zhu Jiaming, meninggalkan kampung halamannya di Provinsi Guizhou untuk bekerja sebagai kuli bangunan di Provinsi Hubei.

Sayangnya, tidak lama setelah bekerja di provinsi itu, pemuda yang sekarang berusia 30 tahun itu mengalami kecelakaan di tempat kerja yang membuatnya jadi amnesia.

Kondisinya semakin memburuk. Jiaming kehilangan kartu identitas hingga akhirnya menggelandang. Beruntung, sepasang suami istri menolongnya dan memberinya tempat tinggal.

Tidak Ingat Masa Lalu, Termasuk Rumah dan Keluarga

Meski berusaha keras, Jiaming tidak mampu mengingat kehidupan di masa lalunya. Termasuk rumah dan keluarganya.

Pada 2015, Jiaming diajak oleh keluarga yang menolongnya selama 25 tahun ini untuk pindah bersama mereka ke Yunhe, Provinsi Zhejiang.

Jiaming pun menerima ajakan mereka, tanpa menyadari bahwa dia akan pindah di tempat yang jaraknya cukup dekat dengan kampung halamannya di Guizhou.

Teringat Setelah Menyaksikan Berita Virus Corona

Ternyata, kepindahan Jiaming ke Zhejiang mampu membuka ingatan tentang kampung halamannya yang selama ini terkunci di otaknya.

Bulan lalu, saat menonton berita tentang wabah virus corona di Guizhou, Jiaming tiba-tiba teringat kampung halamannya. Dia langsung pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan.

Setelah mendengar ceritanya, polisi berhasil melacak keluarga pria itu. Mereka juga menantikan kepulangan Jiaming yang sangat mengharukan.

`Pertemuan` Mengharukan

” Saya pikir tidak akan pernah melihatmu lagi. Aku senang kamu masih di sini,” kata ibunya yang berusia 83 tahun saat melakukan video call.

Jiaming sekarang sedang menunggu proses pembaruan data kependudukannya agar bisa pulang ke kampung halamannya.

” Aku selalu ingin pulang, dan sekarang menjadi kenyataan,” kata Jiaming penuh haru. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: