280 Warga Korban Banjir di Kabupaten Langkat Mengungsi

aktualcom/indolinear.com
Jumat, 10 November 2017
loading...

Indolinear.com, Stabat – Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat Irwan Sahri, di Stabat menyampaikan, sebanyak 280 jiwa warga korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini mengungsi ke rumah keluarga, atau di tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

“Mereka mengungsi kerumah keluarganya yang tidak terkena banjir maupun juga ke tenda yang dibangun dikawasan yang tinggi oleh instansinya,” katanya.

Adapun mereka yang kini mengungsi itu terdiri dari 30 jiwa di kecamatan Tanjungpura, 50 jiwa di kecamatan Babalan dan 200 jiwa di kecamatan Besitang, sambungnya.

Selain mengungsi rumah warga yang terdampak banjir berdasarkan data sementara dilapangan terdapat 2.525 rumah yang terkena banjir, 978 hektare lahan pertanian, enam sekolah dasar, satu unit madrasah, satu rumah ibadah.

Camat Sei Lepan yang dihubungi Faisal Matondang menjelaskan ada beberapa desa yang terdampak banjir banjir diantaranya desa Harapan maju, desa Harapan Baru, desa Lama, desa Lama Baru, desa Harapan Jaya.

“Banjir kali ini karena curah hujan cukup tinggi, mengakibatkan sungai Lepan meluap selain itu tanggul yang pecah dan jebol bwaktu banjir sebelumnya belum juga diperbaiki,” katanya.

Kondisi ini memperparah banjir yang terjadi dan pihaknya berharap kiranya secepatnya tanggul dapat diperbaiki agar bila hujan turun tidak lagi terjadi banjir.

Camat Sawit Seberang Suhemi yang dihubungi menjelaskan ada 25 kepala keluarga yang terdampak banjir setinggi 25-80 centimeter di desa Alur Gadung mengakibatkan mereka harus mengungsi diakibatkan jebolnya tanggul Sei Batang Serangan.

“Jebolnya tanggul itu yang menyebabkan banjir walaupun sudah berkali kali dimohonkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera diperbaiki namun belum juga ada titik terangnya sementara yang lainnya sudah bagus jadi tidak terkiena banjir,” katanya. (Gie)