27 Januari 1995 Insiden Tendangan Kungfu Eric Cantona Ke Penonton

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 27 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Pada hari itu, 27 Januari 1995, pesepakbola legendaris Manchester United (MU) Eric Cantona harus menerima hukuman dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (Football Association/The FA) lantaran aksi menendang penonton saat pertandingan. Striker asal Prancis tersebut dijatuhi denda sebesar 20 ribu poundsterling dan dilarang mengikuti pertandingan untuk sementara waktu.

Seperti dilansir dari Liputan6.com (25/02/2020), insiden itu terjadi saat Manchester United bertandang ke tuan rumah Crystal Palace di Selhurst Park. Saat pertandingan, Cantona beberapa kali mendapat provokasi dari bek Palace, Richard Shaw. Ia dijegal secara sengaja oleh Shaw. Cantona pun protes ke wasit, namun tak dihiraukan.

Akhirnya Eric Cantona kesal dan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Cantona menendang Shaw hingga berbuntut mendapat kartu merah. Cantona keluar dari lapangan pertandingan. Dan di sinilah insiden tendangan kungfu itu dimulai.

Cantona yang sedang berjalan ke ruang ganti, mendapat ejekan dari penonton yang merupakan pendukung Crystal Palace. “Sialan! Kembali ke Prancis sana!” kata penonton bernama Matthew Simmons tersebut.

Eric Cantona yang sedang kesal, akhirnya tambah murka. Ia menghampiri Simmonsdan lompat menendang penonton tersebut. Selanjutnya Cantona memukul Simmons hingga pada akhirnya dipisahkan orang-orang di sekitar.

Dituntut Penjara 2 Minggu

Atas aksi tendangan kungfu tersebut, Manchester United memutuskan untuk menskors Cantona selama 9 bulan, menyusul hukuman yang dikeluarkan dari The FA. Selain itu, Cantona menjalani proses hukum dan sempat dituntut jaksa untuk hukuman 2 minggu penjara, meski pada akhirnya ia bebas dari hukuman penjara tersebut.

Selain Cantona, Simmons juga dikenai sanksi oleh Crystal Palace. Sanksi tersebut berupa larangan untuk menonton klub tersebut dengan menarik keanggotaannya dari daftar anggota fans klub.

Dalam sebuah wawancara, Cantona mengatakan bahwa dirinya memang akan melakukan apapun yang ingin dilakukan. Tapi ia mengakui bahwa tendangan tersebut merupakan perbuatan yang tidak patut dicontoh.

Setelah menjalani hukuman, Cantona kembali berlaga membela Manchester United pada 1 Oktober 1995. Pada 1966, Cantona terpilih sebagai pemain sepakbola terbaik Footballer of the Year oleh the Football Writers Association. (Uli)

INDOLINEAR.TV