26 Mei 2000 Hizbullah Merayakan Mundurnya Pasukan Israel Dari Lebanon

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 25 Juni 2022

Indolinear.com, Beirut – Tanggal 26 Mei 2000 pemimpin Hizbullah, Sheikh Hassan Nasrallah, disambut oleh puluhan ribu pendukung setelah kemenangan untuk merayakan penarikan Israel dari Lebanon Selatan.

Dia mengatakan, tanah yang disengketakan dan tahanan yang masih ditahan oleh Israel harus dikembalikan ke Lebanon – tetapi tidak membuat referensi untuk mencapainya melalui pertempuran.

Pidatonya mengikuti pernyataan dari Hizbullah – yang berjuang untuk mengusir tentara Israel keluar dari Lebanon – bahwa para pejuangnya akan segera menarik diri dari Lebanon selatan, setelah Israel mundur.

Sebelumnya, pasukan penjaga perdamaian PBB yang dilengkapi dengan mobil lapis baja mulai berpatroli di bekas zona yang dikuasai Israel di Lebanon, demikian dikutip dari Liputan6.com (23/06/2022).

“Saya berjanji kepada Anda bahwa setiap tahanan akan segera dikembalikan dan pertanian Shebaa akan kembali ke Lebanon,” kata Sheikh Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah.

Utusan khusus PBB, Terje Roed-Larsen, mengatakan mereka akan ditempatkan dalam posisi permanen hingga perbatasan Israel setelah organisasi itu memverifikasi penarikan penuh Israel.

Pemerintah Lebanon juga telah mengerahkan sekitar 600 petugas polisi bersenjata di daerah yang baru dievakuasi.

Namun Beirut menolak mengirim tentara dengan mengatakan mereka lebih suka menunggu konfirmasi resmi penarikan Israel.

Israel Tak Punya Alternatif

Dalam rapat umum kemenangan di Bint Jbeil, dekat perbatasan dengan Israel, Sheikh Hassan Nasrallah berdoa kepada Tuhan “semoga kemenangan dipenuhi dengan pembebasan seluruh wilayah dan pembebasan semua tahanan”.

Dia mengacu pada daerah yang dikenal sebagai peternakan Shebaa di perbatasan Lebanon dengan Suriah tetapi diduduki oleh Israel sejak 1967.

“Saya berjanji kepada Anda bahwa setiap tahanan akan segera dikembalikan dan pertanian Shebaa akan kembali ke Lebanon,” katanya kepada orang banyak.

Sheikh Nasrallah mengatakan, Israel tidak punya alternatif, dengan mengatakan bahwa Hizbullah “menganggap bahwa semua wilayah Lebanon yang diduduki harus dipulihkan”.

Namun pemimpin Muslim Syiah itu tidak berbicara tentang konsekuensi jika Israel menahan diri.

Pemimpin Hizbullah juga menyerukan hukuman berat bagi mereka yang “berkolaborasi” dengan Israel selama tahun-tahun pendudukannya.

Sebanyak 1.500 anggota milisi telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang atau kepada Hizbullah.

Israel dan Lebanon Saling Serang di Wilayah Perbatasan

Terbaru, saat bicara soal hubungan Israel dan Lebanon, pada April 2022, sebuah roket diluncurkan dari Lebanon pada Senin (25/4) yang dibalas Israel dengan tembakan artileri. Eskalasi di perbatasan merupakan yang terbesar sejak perang melawan Hizbullah 16 tahun silam.

Hingga kini tidak satu kelompok pun mengaku bertanggungjawab. Roket dilaporkan menghantam kawasan kosong dan tidak menimbulkan kerugian. Juru bicara militer Israel, Ran Kochav, memperkirakan, insiden itu dipicu oleh eskalasi teranyar.

“Kami meyakini, serangan ini berkaitan dengan bulan suci Ramadan dan kerusuhan di Haram al-Sharif,” kata dia kepada stasiun, Kan Radio.

Melalui Twitter, militer Israel mengaku membalas dengan tembakan artileri terhadap “kawasan terbuka di selatan Lebanon, di dekat lokasi peluncuran roket, dan juga sebuah sasaran infrastruktur,” tulisnya tanpa merinci.

Faksi-faksi kecil di Lebanon sebelumnya sudah pernah menembakkan roket ke arah Israel. Namun secara umum, perbatasan antara kedua negara berangsur damai sejak berakhirnya perang melawan Hezbollah pada 2006.

Sejak itu, perbatasan sepanjang 80 kilometer itu dijaga pasukan helm biru PBB dalam misi damai, UNIFIL. Aroldo Lazaro, kepala UNIFIL, mengimbai semua pihak untuk “menahan diri dan bersikap tenang,” tulisnya via Twitter.

Korban sipil PalestinaSetidaknya 57 warga Palestina mengalami luka-luka pada Jumat (22/4) akibat bentrokan dengan kepolisian Israel di kompleks Al Aqsa. Polisi dilaporkan menggunakan tembakan peluru karet, granat kejut dan tongkat pemukul untuk mengusir demonstran.

Eskalasi juga sempat meluap ke Jalur Gaza, ketika sebuah tembakan roket disambut dengan serangan udara terhadap fasilitas milik kelompok militan, Hamas.

Serangan Udara Israel

Ketegangan enggan mereda, ketika Mahkamah Agung Israel menolak investigasi terhadap kematian empat anak-anak Palestina dalam serangan udara militer di Jalur Gaza pada 2014. Putusan yang diumumkan pada Sabtu (23/4) itu membenarkan kesimpulan investigasi internal militer Israel yang menyebut insiden tersebut sebagai sebuah kecelakaan.

Serangan udara Israel turut disaksikan oleh wartawan asing yang bermukim di sebuah hotel di dekat lokasi kejadian. Video yang beredar menampilkan anak-anak berusaha melarikan diri ketika rudal berjatuhan dari langit. Korban yang berusia antara 10 dan 11 tahun saat itu sedang bermain sepak bola.

Zakaria Bakr, paman seorang korban, mengatakan Israel bertindak sebagai “hakim dan pelaku kriminal” dalam pemboman di Gaza.

“Kami tidak terkejut oleh vonis ini karena bahkan Mahkamah Agung pun akan berusaha meringankan serdadu dan melindungi mereka,” kata dia.

Gugatan itu dilayangkan tiga LSM kemanusiaan, yakni Adalah di Israel, al-Mezan serta Palestinian Centre for Human Rights. Dalam pernyataannya, ketiga organisasi mengritik putusan Mahkmah Agung sebagai “bukti betapa Israel tidak mau dan tidak mampu menginvestigasi serta mempresekusi serdadu sendiri atas kejahatan perang terhadap warga sipil Palestina.” (Uli)

loading...