26 Mei 1983 Satelit EXOSAT Diluncurkan ke Orbit yang Eksentrik

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 22 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Satelit EXOSAT, yang merupakan misi European Space Agency (ESA) diluncurkan 37 tahun lalu, tepatnya pada 26 Mei 1983.

Mengutip dari Liputan6.com (20/06/2020), satelit tersebut diluncurkan dari kompleks Vandenberg di Amerika Serikat dengan roket Thor-Delta dan dimasukkan ke dalam orbit yang sangat eksentrik (e ~ 0,93) dengan periode 90,6 jam dan kecenderungan dari 73 derajat.

Masa hidup misi satelit ini dibatasi oleh kerusakan orbital, yang diproyeksikan akan terjadi dalam 3 tahun, menurut situs NASA Hearsac.

Laman NASA Hearsac juga mengungkap, pada 9 April 1986, kegagalan dalam sistem kendali menyebabkan hilangnya sarana ruang angkasa itu. Hingga pada 6 Mei 1986, peluruhan orbit alami menyebabkan EXOSAT muncul kembali.

Berbeda dari Orbit Sebelumnya

Orbit EXOSAT sangat berbeda dari orbit satelit astronomi X-ray sebelumnya, menurut NASA Hearsac, yang memungkinkan operasi ilmiah hingga 76 jam per 90 jam orbit, tanpa gangguan.

EXOSAT terlihat dari stasiun bumi di Villafranca di Spanyol selama hampir sepanjang waktu instrumen sains dioperasikan, dan tidak memerlukan penyimpanan data didalam pesawat, kata NASA Hearsac.

NASA Hearsac juga menjelaskan bahwa EXOSAT bersifat dapat dikendalikan, dalam 1 detik busur, menggunakan salah satu dari dua pelacak bintang, tiga gyro, dan sensor matahari. (Uli)

Terkadang satelit dapat menangkap fenomena alam luar angkasa yang jarang terjadi. Mau tahu peristiwa langka apa yang pernah terekam oleh satelit?

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: