25 Juni 2001 Kekerasan Akibat Isu Rasisme Meletus Di Burnley

FOTO: Liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 26 Juli 2020

Indolinear.com, Jakarta – Bentrokan yang dipicu isu rasisme meletus di Burnley, Lancashire, 19 tahun lalu, pada 25 Juni 2001. Akibat kerjadian itu, polisi langsung memburu dalang dan mulai melakukan pembersihan kota.

Sekitar 200 pemuda dari etnis kulit putih dan Asia terlibat dalam serangkaian serangan di pub, toko dan restoran. Banyak kendaraan juga rusak atau hancur.

Para pemimpin masyarakat telah menyatakan keterkejutannya atas meletusnya permusuhan rasial dan mengatakan bahwa hubungan antara berbagai kelompok etnis di kota itu sebelumnya baik, demikian dikutip dari Liputan6.com (24/07/2020).

Petugas yang menyelidiki kerusuhan mengatakan, mereka belum pernah mengatasi gangguan rasisme yang terjadi di Bradford, Oldham dan Leeds.

Selama kekerasan yang berlangsung beberapa jam, satu satu keluarga etnis Asia terjebak di sebuah flat di lantai dasar ketika salah satu toko dibom akibat kekacauan tersebut.

“Saya benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi,” ujar Anggota Dewan Burnley Peter Kenyon.

Di tempat lain di Burnley, sebuah geng etnis Asia mengebom pub Duke of York dan melemparkan batu bata ke toko-toko dan kantor-kantor yang ada di area tersebut.

Agen surat kabar Colin Dawber, yang tokonya berada di seberang pub, mengatakan dia bingung mengapa kekerasan ras berkobar di kota itu.

“Kami membeli toko ini 10 tahun yang lalu dan kami tidak punya masalah sama sekali. Kami memiliki pelanggan dari berbagai kelompok etnis dan usia,” katanya.

Tetapi Anggota Dewan Burnley Peter Kenyon mengatakan, dia pikir ketegangan karena isu rasisme sebenarnya telah membara selama beberapa waktu.

“Aku benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi di sini selama akhir pekan,” katanya.

Sejarah Lain

Selain isu rasial yang menimpa Burnley tahun 2001, tepatnya tahun 1947 The Diary of a Young Girl atau dikenal dengan The Diary of Anne Frank diterbitkan.

Buku itu menceritakan kisah Anne Frank ketika ia bersembunyi selama dua tahun saat kependudukan Nazi di Belanda.

Di belahan dunia lain pada 2009 di tanggal sama, King of Pop Michael Jackson meninggal dunia. Ia yang kala itu berusia 50 tahun ditemukan tak bernyawa di Holmby Hills, Los Angeles. (Uli)