245 Pasien Covid-19 Dirawat RSUD Kota Bekasi Dinyatakan Sembuh

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 29 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Saat kasus virus corona atau Covid-19 terus melonjak, sebanyak 245 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chabullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dinyatakan sembuh.

Sejak awal Juni 2021, sebanyak 619 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Chabullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

“Jadi saat ini dari 619 sembuh 245, yang masih dirawat sebanyak 374,” kata Direktur Utama RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kusnanto Saidi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (28/06/2021).

Kusnanto mengatakan, 245 orang yang dinyatakan sembuh sudah kembali ke rumah dan diminta untuk melakukan isolasi terlebih dahulu selama satu pekan.

Mereka diminta terus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat beraktivitas.

“Tentunya mereka yang kembali ke rumah setelah melakukan pemeriksaan insentif kemudian dinyatakan negatif oleh petugas pemeriksa,” kata Kusnanto.

Dia menjelaskan, saat ini RSUD Kota Bekasi sudah menambah tiga tenda darurat, bantuan dari BNPB dan Kementerian Sosial.

Total ada lima tenda darurat yang dijadikan lokasi triase atau penanganan pertama pasien yang berlokasi di area parkir gedung A RSUD Kota Bekasi.

RSUD Kota Bekasi juga sudah melakukan penambahan di gedung E untuk rawat pasien Covid-19.

Menurut dia, 40 persen pasien yang dirawat itu berdomisili di luar Kota Bekasi.

“Jadi kebijakan dan perintah wali kota tetap menerima siapa pun yang datang karena tetap memakai KTP NKRI ini,” tutur Kusnanto Saidi.

IGD tambahan

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mengosongkan area parkir Blok A RSUD dr Chasbullah Abdul Majid (RSUD CAM).

Area parkir RSUD Kota Bekasi itu akan dijadikan tempat pendirian tenda Instalasi Gawat Darurat (IGD) tambahan.

Ada tiga tenda tambahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didirikan di area parkir  tersebut.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pelayanan kapasitas dari IGD ini telah terpasang tenda dari BPBD.

Penambahan tenda itu karena daya tampung di IGD sudah tidak muat lagi menanggung pasien Covid-19 setelah menjalani screening atau tes swab.

“Maka kita tambah, jadi khusus di dalam IGD itu yang sudah keluar hasilnya kalau positif, di luar untuk penanganan awal dan skrining,” kata Rahmat seperti dikutip dari keterangan pers.

Pepen-sapaan Rahmat Effendi-mengatakan, pasien ini hampir 40 persen berdomisili di luar Kota Bekasi.

Menurut dia, Pemkot Bekasi tidak mungkin menolak warga yang sudah datang ke RSUD Kota Bekasi.

Sedangkan tempat parkir dipindahkan sementara ke lapangan alun-alun, Masjid Al Barkah, dan area parkir blok F RSUD.

Parkir itu untuk pengunjung rumah sakit, mobil dokter dan jajaran direksi rumah sakit.

“Kami tetap menerima karena tetap memakai KTP NKRI ini, penambahan juga akan diupayakan dengan mengosongkan area parkir gedung A dan akan ditambah tenda BPBD kembali,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya meningkatkan kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19.

Selain itu, Pemkot Bekasi akan mengintervensi penambahan kapasitas di rumah sakit swasta rujukan Covid-19.

Serta,  Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion akan ada penambahan kapasitas dan  RS Budi Lestari akan dijadikan pusat rujukan dilengkapi 180 tempat tidur.

“Upaya penambahan juga ada di Mustikajaya karena kita ingin mendekatkan jarak untuk pelayanan kesehatan.”

“Jadi warga dari Pondok Melati, Bantargebang sampai jauh jauh ke RSUD CAM (dr Chabullah Abdulmadjid-Red) sudah tersedia RSUD tipe D dengan fasilitas yang sama,” ucap Rahmat Effendi. (Uli)