23 Tahun Si Nenek Menahan Sakit Perut, Histeris Lihat Hasil Rontgen

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 12 Agustus 2019
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Ezeta Gobeeva harus menanggung tasa sakit di bagian perut selama dua puluh tahun terakhir. Tiap kali dokter memeriksanya, wanita yang kini berusia 62 tahun itu hanya diberikan resep penghilang rasa sakit.

Dokter beralasan rasa sakit itu berasal dari masalah hati Gobeeva. Alasan itu pula yang membuat dokter tak melakukan tindakan apapun, dilansir dari Dream.co.id (10/08/2019).

Namun obat yang diresepkan dokter hanya membuat rasa sakit hilang sementara. Setelah itu dia kembali merasakan kesakitan yang tak kunjung hilang.

Sampai akhirnya Gobeeva memutuskan melakukan pemeriksaan rontgen ke sebuah rumah sakit. Alangkah terkejutnya dia saat melihat hasil X-Ray.

Kisah memilukan ini berawal di tahun 1996 kala Gobeeva selesai menjalani operasi bedah cesar. Wanita ini merupakan pensiunan yang tinggal di wilayah Ossetia Utara, Rusia.

Gunting Bedah Tertinggal di Perut

Selama dua dekade sejak operasi itu, Gobeeva terus mengaluh sakit. Sampai akhirnya dia mengetahui fakta sebenarnya.

Hasil Rontgen memperlihatkan sebuah gunting bedah bersarang di perutnya. Diduga alat medis itu tertinggal saat Gobeeva menjalani operasi cesar 23 tahun silam.

Kepada surat kabar lokal, Komsomolskaya Pravda, Gobeeva menceritakan para ahli radiologi terkejut saat pertama kali melihat hasil rontgen tersebut. Awalnya mereka menduga Gobeeva membawa benda logam ke ruang X-Ray.

” Dia berkata ‘Itu menunjukkan gunting, kamu punya gunting di dalam dirimu’,” kenang Gobeeva kala ditanya para radiolog saat itu.

Dia langsung terkejut saat mendengar pertanyaan tersebut ” `Gunting apa?’, Saya bertanya, dan dia menunjukkan gambar X-ray kepada saya. Saya terkejut, saya tidak ingat apa-apa setelah itu.” ujarnya.

Saya Disiksa Bertahun-tahun

Mengetahui rasa sakitnya berasal dari gunting yang tertinggal di dalam perut, Gobeeva langsung histeris dan menangis. ” Selama bertahun-tahun saya disiksa,” ujarnya.

Penjepit bedah, yang menyerupai gunting, banyak digunakan dokter untuk memegang tisu dan swab bedah. Rencananya Gobeeva akan dijadwalkan untuk menjalani operasi guna mengangkat gunting bedah yang tertinggal dua dekade di perutnya.

Kasus malpraktik medis tersebut langsung menyulut kemarahan publik Rusia. Mereka mendesak kementerian kesehatan Ossetia Utara untuk menggelar penyelidikan.

Seorang juru bicara kementerian memastikan bahwa sang menteri akan langsung mengawasi penyelidikan.

Sementara bagi pihak yang teledor meninggalkan penjepit di tubuh Gobeeva, juru bicara tersebut memastikan mereka akan membayar operasi untuk menghilangkan penjepit dan menawarkan kompensasi keuangan Gobeeva selama bertahun-tahun pada penderitaan yang tidak perlu. (Uli)

INDOLINEAR.TV