21 Desember 1962 Amerika Sepakat Menjual Rudal Polaris Ke Inggris

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 22 Januari 2022

Indolinear.com, London – Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy dan Perdana Menteri Inggris Harold Macmillan telah mengumumkan pembentukan kekuatan nuklir multilateral NATO setelah pembicaraan di Nassau, Bahamas.

Perjanjian tersebut berarti Amerika Serikat akan menjual rudal Polaris ke Inggris, demikian dikutip dari Liputan6.com (20/01/2022).

Presiden telah mengajukan tawaran serupa ke Prancis dengan harapan dapat membangun penangkal nuklir tripartit terhadap negara-negara Blok Timur.

Polaris, sistem roket berbahan bakar padat dua tahap, dirancang untuk ditembakkan di bawah air dari kapal selam. Ia membawa hulu ledak nuklir setengah megaton dengan kecepatan 17.500 mph (28.160 kph).

Pemerintah Inggris kala itu berencana membangun kapal selam dan mengembangkan hulu ledak untuk Polaris dengan dukungan teknis dari AS.

Kesepakatan itu telah digambarkan sebagai tonggak dalam perkembangan militer dan politik di dunia Barat.

Itu juga dianggap sebagai pertemuan paling konstruktif yang diadakan antara Presiden John F Kennedy dan Macmillan.

Di akhir pertemuan tiga hari itu, kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan bersama.

Di dalamnya, Macmillan menjelaskan bahwa rudal Polaris akan digunakan untuk pertahanan internasional negara-negara NATO, kecuali jika “kepentingan nasional tertinggi Inggris dipertaruhkan.”

Frasa ini dirancang untuk menunjukkan kekuatan nuklir Inggris secara politik independen dari AS.

Hubungan AS dan Prancis

Presiden Kennedy juga mengirim surat kepada Presiden Prancis Charles de Gaulle menawarkan untuk menjual Polaris serta memberikan dukungan teknis.

Diharapkan ini tidak hanya akan menyembuhkan keretakan saat ini antara Prancis dan Inggris atas “hubungan khusus” Macmillan dengan AS dan keinginan Inggris untuk memasuki MEE, tetapi juga memperkuat NATO secara keseluruhan dan memungkinkan Prancis memainkan peran yang lebih besar di dalamnya.

Jika Prancis menolak perjanjian, itu akan tetap berlaku antara Inggris dan Amerika Serikat.

Pembicaraan itu terjadi hanya dua bulan setelah krisis rudal Kuba ketika terungkap bahwa pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, telah mendirikan pangkalan rudal nuklir di dekat Amerika.

Dalam konteks ini, Presiden Kennedy Mr Macmillan menekankan perlunya program pertahanan terpadu.

“Dalam istilah strategis, pertahanan ini tidak dapat dibagi dan merupakan keyakinan mereka,” kata pernyataan itu.

Proyek rudal Skybolt Amerika yang kontroversial ditinggalkan karena biayanya yang tinggi dan pertanyaan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

AS ditahun itu memiliki lima kapal selam Polaris A-1 yang beroperasi dengan jangkauan 1.200 mil (1.931 km).

Versi A-2 diuji dari kapal selam Polaris dan dapat mencapai 1.500 mil (2.414km).

Rudal A-3 siap digunakan pada tahun 1964 dan memiliki jangkauan 2.500 mil (4.023 km). (Uli)